Tuk sebagian orang, tengah memproteksi dirinya dengan asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa bukanlah hal yang asing. Bahkan ada beberapa orang yang memiliki asuransi lebih dari satu.

Memang, proteksinya yang diterima lebih besar, tapinya ingat biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar premi juga lebih besar. Lantas apakah memiliki dua asuransi termasuk tindakan pemborosan?

Buat perencana Keuangan Freddy Pieloor mengutarakan, bilamana menggunakan dua asuransi memang masuk kategori boros. Namun biaya kesehatan bukanlah hal yang bisa ditunda.

Anggarannya yang sudah mesti dipersiapkan. Sehingga disaat kita jatuh sakit atau mengalami kecelakaan sudah ada dana bantalan yang bisa digunakan. Maka dari itu, memiliki dua asuransi bukan lagi hal yang berat jika mengingat besarnya biaya kesehatan.

“Memang itu pemborosan, tapinya tuk kesehatan itu kan bukan sesuatu yang bisa ditunda,” tegas dia.

Kembali lagi pada diri masing-masing individunya, ucap Freddy lagi. Dia bilang, jikalau nantinya merasai kesehatan itu penting dan dana mencukupi, tidak masalah memiliki lebih dari asuransi. Tapinya ada juga orang yang sudah merasa puas dengan hanya mengandalkan program jaminan kesehatan nasional seperti BPJS Kesehatan.

“Sehingga orang yang mampu mereka beli pun jadi berlipat, mereka merasai bahwa itu enggak apa-apa (boros) yang terpenting jaminan kesehatan saya terjamin jauh lebih baik, boros tapinya kalau membuat nyaman ya enggak apa, jadi ada alasan tergantung pada masing-masing pribadi,” tuntasnya.