Liga Champions – Setelah kekalahan pada leg pertama babak perdelapan final Liga Champions kontra Real Madrid, keadaan internal Napoli sepertinya sedang labil. Bukan karena adanya pemain yang berperforma kurang memuaskan, tapi karena komentar blak-blakan sang presiden pada kesebelasannya. Aurelio De Laurentiis secara lugas mengritik performa Naples dan juru taktiknya, Maurizio Sarri, karena performanya yang jauh dari kata memuaskan di Santiago Bernabeu.

Aurellio De Laurentiis (Presiden Napoli)

Menurut sang Presiden,para pemainnya tidak diliputi gairah Naples pada laga ini. Salah satu pemain yang menampilkan gairah itu adalah sang Neaoplitan adalah Insigne, yang berhasil menciptakan angka dengan cukup baik. Sedangkan sebagian lainnya nampak tidak ada. Mereka terlihat terpesona dengan performa hebat Los Blancos, yang bahkan tidak terlihat menunjukkan performa yang cukup baik. Seharusnya mereka harus bersikap rendah hati dan tidak sombong, tapi I Ciucciarelli malam ini nampak tidak konsisten. Sang presiden mungkin tidak akan menghukum para punggawanya.

Selain untuk sang pemain, Laurentiis pun turut mengomentari penerapan strategi Sarri. Baginya, Sarri terlalu mengandalkan satu formasi untuk menghadapi siapapun lawannya. Dan, ia juga menyindir Sarri yang tidak menurunkan Arkadiusz Milik lebih awal, padahal striker asal Polandia tersebut sudah siap. Mereka menuju akhir musim dimana rekrutan anyar bahkan sangat jarang merumput dan sang presiden tidak tahu alasannya. Jika ia tahu soal hal ini, tentu ia akan menginvestasi uang di tempat lain.

Pernyataan De Laurentiis ini sesungguhnya sudah cukup sering terjadi di Italia. Bukan hanya di Gli Azzurri, tapi juga di kesebelasan lain. Salah satu kesebelasan dimana presidennya cukup sering mengritik skuatnya adalah Palermo. Maurizio Zamparini, yang dikenal dengan kemudahannya mendepak pelatih, ia juga sering mengkritik juru taktik Palermo sebelum tak lama kemudian mendepak juru taktik tersebut.

Namun, dengan keadaan Gli Azzurri yang kini sedang berjuang menyerobot ke papan atas, pernyataan De Laurentiis tersebut pun bisa menghancurkan mental tim. Menurut salah satu pelatih veteran Italia, Arrigo Sacchi, Napoli tidak bisa dibilang gagal hanya karena satu kekalahan. Napoli kini sedang nampak gemilang baik secara internal klub maupun di atas lapangan. Komentar seperti itu sangat tidak tepat untuk saat-saat seperti ini. Komentar De Laurentiis bahkan lebih menyakitkan dari kekalahan atas Los Blancos. Tim ini tidak boleh dinyatakan gagal hanya karena satu kekalahan.

Setelah mengeluarkan komentar pedas itu pun, De Laurentiis langsung mengambil tindakan. Bukannya kembali bersama skuatnya ke Naples, ia malah memilih jalur penerbangan yang berbeda. De Laurentiis lebih memilih untuk pergi ke Amerika Serikat. Bahkan, ia juga diberitakan tidak akan kembali ke Naples setidaknya sampai leg kedua babak 16 besar Liga Champions dilangsungkan, pada awal Maret mendatang.

Sang juru taktik Gli Azzurri lantas menjawab celaan De Laurentiis yang memaparkan bahwa ia selalu mendampingi tiap latihan skuatnya dan ia lah yang akan menentukan bagaimana strateginya. Presiden mungkin dapat menunjukkan idenya, menurutnya, ia lebih senang jika sang presiden mengekspresikannya langsung padanya, namun pada akhirnya Sarri lah yang mengambil keputusan. Memang, di tangan sang juru taktik lah segala keputusan mengenai tim ditentukan. Dan, pada laga akhir pekan nanti kontra Chievo, tentu Sarri tidak boleh lagi mengambil pertimbangan yang salah. Satu lagi keputusan yang salah, tentu nasib Sarri akan terancam ke depannya.