yandex
Berita Bola

Mertens Mengobati Luka Napoli Yang Selalu Ditinggal Ujung Tombaknya

Serie A – Aurelio De Laurentiis, Presiden kesebelasan Napoli mengungkapkan bahwa dirinya tak menyesal melego ujung tombaknya Gonzalo Higuain ke Juventus, yang dinilainya merupakan kesebelasan rival utama mereka di Serie A Italia, musim panas lalu. Lantaran mereka masih memiliki Dries Mertens yang dianggapnya masih lebih tajam ketimbang Higuain.

Dalam masalah teknis, manajemen Napoli kerepotan karena tak mengira ada kesebelasan yang mau melunasi harga 94 juta euro untuk Higuain. Parahnya lagi, kesebelasan itu adalah Juventus. Mereka kemudian mencari akal untuk mendatangkan pujaan baru yang ditargetkan menjadi mesin gol bagi Gli Azzurri. Pencarian itu kemudian berujung pada bomber berusia 22 tahun berkebangsaan Polandia, Arkadiusz Milik.

Sosok tak tenar yang dipinang dengan harga 35 juta euro itu, secara mencengangkan mampu tampilkan pengobat hati atas hengkangnya Higuain. Milik tampil impresif dengan torehan tujuh gol dari sembilan laga perdananya musim ini.

Tapi semuanya berakhir dengan cepat, sebab Milik menderita cedera satu setengah bulan setelah kehadirannya. Neapolitan pun lagi-lagi kehilangan sosok idola bagi Partenopei. Namun Maurizio sarri memutar otaknya dengan memposisikan winger mereka, Dries Mertens sebagai false nine.

Mertens Mengobati Luka Napoli Yang Selalu Ditinggal Ujung Tombaknya 2


Semenjak Higuain hengkang, Gli Azzuri menanuh harapan besar pada Mertens di garis depan mereka sebagai false nine (penyerang palsu). Mertens sendiri aslinya merupakan seorang winger. Posisi kesenangannya adalah penyerang kiri. Tapi hasilnya justru mencengangkan. Sepanjang musim ini ia sudah mengantongi 16 gol dan 7 assist dari 22 laga di Serie A. Total golnya tersebut hanya berjarak dua angka dari Higuain di puncak daftar topskor Serie A.

Di Liga Champions, Mertens malah lebih produktif ketimbang sang ujung tombak kebangsaan Argentina tersebut. Ia juga tak jarang memberi assist. Tercatat ia telah memberikan 4 gol dan 4 assist sepanjang babak penyisihan grup. Sedangkan Higuain baru mencgemas tiga gol tanpa sekalipun menyumbangkan assist.

Menurut De Laurentiis, secara kuantitas, Higuain memang lebih baik karena dia telah mengantongi gol lebih banyak dari Mertens. Tapi dalam hal kualitas, termasuk menyumbang assist dan kepeduliannya terhadap teman setimnya, ia menjagokan Mertens.

Sang presiden pun lantas menambahkan, Mertens lebih rendah hati ketimbang Pipita (panggilan akrab Higuain). Dia tidak sampai naik pitam terhadap kelalaian yang telah dibuat rekannya. Dia hanya marah pada kelalaianya sendiri. Selain menyanjung Mertens, De Laurentiis juga memuji juru taktiknya, Maurizio Sarri. Ia mengungkapkan sangat terkesan dengan gaya kepelatihan Sarri. Walaupun beresiko, menurutnya Sarri menciptakan sepakbola yang atraktif untuk disaksikan.

Sang presiden pun menambahkan, sepakbola yang telah diciptakan Sarri sungguh sangat spektakuler. Tapinya juga sangat berisiko. Ia memilih Sarri dan berani bertanggung jawab atas kinerjanya bahkan ketika banyak yang mengkritik. Memenangkan gelar juara tak berarti apa-apa bagi sang presiden. Yang lebih dipentingkannya adalah memiliki pemimpin yang pintar seperti Sarri.

Napoli akan melawat ke Santiago Bernabeu, markas utama Real Madrid di fase 16 besar Liga Champions dini hari nanti. Pertandingan itu akan menjadi panggung pembuktian bagi efektivitas strategi yang diterapkan oleh Sarri selama ini. Laga itu akan menjadi festival dalam sepakbola. Karena sepakbola merupakan olah raga setiap orang dan itulah yang diharapkan oleh penikmat sepak bola untuk menyaksikan laga yang seru dan pantas untuk disaksikan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button