Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengutarakn bahwa ia berencana akan melakukan reformasi pada bidang pertanian. Reformasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini masih berada di bawah garis kemiskinan.

Oleh sebab itu, Darmin pada hari ini memintai rincian data kemiskinan kepada Badan Pusat Statistik (BPS). Selain tuk reformasi pada bidang pertanian, data ini akan digunakan untuk efektivitas pemberian bantuan beras kepada penduduk miskin.

“Kita disaat sekarang ini perlu data itu dalam rangka pengembangan pertanian, bagaimana dengan persoalan subsidi pupuk, rastra (beras sejahtera), dan raskin (beras miskin),” kata Darmin saat ditemui di kantornya.

Penilaian Darmin, data BPS ini nantinya akan dijadikan bahan tuk evaluasi bagi pemerintah buat memetakan penduduk miskin di Indonesia. Sehingga, program bantuan yang selama ini diberikan oleh pemerintah tak lagi salah sasaran.

“Gini ya, kan mereka mensurvei ini by adress by name, satu persatu orang yang ada dalam 40 persen terbawah di Indonesia. Kita membicarakan itu karena kita perlu dalam rapat. (Untuk) pengembangan pertanian dan sebagainya,” jelas Darmin.

Tapinya, keterkaitan dengan sistem pertanian yang akan direformasi, Darmin masih enggan untuk merinci lebih lanjut. Sebab, saat ini pemerintah masih melakukan pengecekan dan penyesuaian data penduduk miskin di Indonesia.

“Disaat sekarang ini kita memang perlu mereformasi pertanian makanya banyak yang harus kita tahu. Ini panjang ceritanya,” tuntasnya.