LONDON, ENGLAND - APRIL 23: Roberto Martinez, manager of Everton looks on during the Emirates FA Cup Semi Final match between Everton and Manchester United at Wembley Stadium on April 23, 2016 in London, England. (Photo by Michael Regan - The FA/The FA via Getty Images)

Duakali – Roberto Martinez mengatakan Belgia kini terbebani status sebagai tim favorit. Oleh karena itu, Martinez akan berupaya melepas beban tersebut di tugas pertamanya sebagai sang juru racik Belgia.

Belgia tak disangkal adalah tim yang sedang menerobos generasi emas-nya. Lihat saja para pemain yang mempertangguh The Red Devils seperti Eden Hazard, Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, Jan Vertonghen, dan masih banyak yang lain.

Kendatipun demikian, Belgia tak mampu merespon ekspektasi publik untuk melihat mereka berprestasi. Di Piala Eropa 2016 lalu, Belgia yang jadi salah satu favorit juara malah dilengserkan debutan Wales di perempatfinal.

Prestasi Belgia pun tak bisa dibilang luar biasa lantaran hanya lolos dari fase grup sebagai runner-up. Marc Wilmots pun akhirnya kehilangan posisi sebagai juru racik. Sebagai ganti Wilmots, Martinez lantas ditunjuk sebagai penggantinya. Misi Martinez pertama kali adalah coba membuat para pemain Belgia lepas dari tekanan publik sebagai salah satu tim favort.

“Kami selalu jadi favorit di setiap laga, tapinya Anda harus belajar untuk bisa punya mentalitas tersebut,” ucap Martinez seperti dikutip Daily Mail.

“Kami adalah para pemain yang miliki peran sangat penting di klub besar, dan kami harus membuat para pemain tenang serta kompak untuk tim nasional,” lanjutnya.

“Tentunya saya sudah bekerja dengan para pemain Belgia dan saya sudah terkesan dengan sepakbola Belgia sejak lama. Tapinya potensi seluruh pemain ini harus diperlihatkan dan kini tantangan sejati untuk kami semua adalah kami akan bertemu tim-tim yang menghormati Belgia,” pungkasnya.