Dunia bisnis di Indonesia saat ini telah digandrungi oleh beragam jenis usaha yang unik dan penuh inovatif. Pasalnya, banyak orang yang mengklaim bahwa kedua hal tersebut merupakan siasat yang ampuh untuk mencapai kesuksesan dan keuntungan maksimal dalam menggeluti usaha. Sehingga tak heran jika para pelaku bisnis lokal kini tengah gencar berinovasi dan berkreasi untuk memperoleh peluang dari besarnya industri kreatif ini di Tanah Air.

Salah satu produk lokal yang kreatif dan inovatif adalah cemilan yang berasal dari Garut, Jawa Barat, yakni Chocodot. Usaha cemlan ini dirintis oleh Kiki Gumelar sejak bulan Agustus 2009 lalu. Chocodot menawarkan cemilan berbahan dasar cokelat dan dodol garut yang saat ini sudah banyak digemari di kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan hingga kini, bisnis cemilan yang digeluti Kiki ini sudah mengalami perkembangan yang cukup baik, yakni dari 20% sampai 200% setiap tahunnya.

Bahkan, produk Chocodot saat ini telah sukses menembus pasar luar negeri seperti Singapura, Australia, dan Malaysia, sehingga tak heran jika pendapatan yang didapat Kiki semakin meningkat. Per bulannya, bisnis cemilan Chocodot ini mampu menghasilkan omzet yang besarnya mencapai ratusan juta.

Kiki Gumelar mengaku, ide bisnis cemilan ini didapatkannya secara kebetulan. Suatu hari, secara tidak sengaja Kiki menjatuhkan dodol yang ia makan ke dalam adonan coklat. Ketika ia memakannya, ternyata rasanya enak. Sejak saat itulah muncul ide Kiki untuk menciptakan produk cemilan berbahan coklat dan dodol.

Dari proses pembuatannya, kiki mengaku setiap produk yang dihasilkannya diolah dengan tahapan yang mudah dan sederhana. Chocodot menawarkan tiga pilihan cokelat dalam proses produksinya, yakni white chocolate, dark chocholate, dan milk chocolate. Cokelat batangan tersebut dilelehkan, kemudian di cetak dan diisi dengan dodol yang memiliki pilihan rasa yang beragam di bagian tengahnya.

bisnis-cemilan-chocodot

Untuk varian rasa dari dodolnya sendiri, Kiki memilih dodol keju serta dodol buah-buahan seperti duren, jeruk, sirsak, dan lain sebagainya. Setelah dodol dicelupkan ke dalam cokelat, tahapan selanjutnya adalah cetak dengan suhu di bawah 400 C sampai kedua bahan tersebut menyatu.

Salah satu keunikan dari bisnis cemilan Chocodot ini adalah penamaan dari beragam produknya, seperti cokelat obat stress, yaitu dodol dengan perpaduan cokelat rasa mint. Ada juga cokelat rasa sayang, yaitu dodol cokelat dengan rasa susu, kemudian cokelat enteng jodoh dengan menawarkan 3 pilihan cokelat, yakni dark, soft, dan milk.

Selain itu, ada juga produk yang dinamainya cokelat cegah alay dengan dua varian rasa. Tentunya, dengan memberikan nama yang penuh kreasi dan inovasi ini membuat masyarakat semakin tertarik. Untuk mengembangkan bisnis cemilan Chocodot ini, Kiki juga mengembangkan sejumlah produk lainnya di bawah naungan PT. Tama Cokelat Indonesia.

Tidak hanya itu, Kiki juga menambah varian produknya, salah satunya adalah BRODOL (Browniez Dodol), yakni browniez asal Amerika yang dikonversi dengan isi dodol khas garut. Ditawarkan pula GAGE CHOCO (Garut Geulis Cokelat) yang mengutamakan kemasan besek khas daerah Parahyangan. Ada juga RANGICOK EUY (Ranginang Celup Cokelat EUY), yakni makanan khas garut yang dipadukan dengan balutan cokelat yang sangat lezat.

Pada bulan Agustus 2010, Kiki Gumelar kembali melakukan inovasinya dengan kembali menciptakan produk barunya, yakni Cofee Choc yang merupakan olahan cokelat yang dikolaborasikan dengan beragam jenis biji kopi dari berbagai daerah, seperti Sumatra, Jawa, Papua, Bali, dan juga Toraja. Di bulan yang sama juga, Kiki memperkenalkan produk unggulannya, yakni Cokelar DoGar (Domba Garut), yakni perpaduan antara cokelat dan abon.