Kematian selalu menjadi misteri dan datangnya tidak bisa diprediksi. Seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bernama M Sirajul Milal meninggal dunia saat menjadi imam salat Isya di Pesantren Ilmu Giri, Imogiri, Bantul, Sabtu, 30 November 2019.

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Tewas Saat Imami Salat Terperosok Ke Sumur
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Tewas Saat Imami Salat Terperosok Ke Sumur

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jogja itu meninggal dunia setelah terperosok ke dalam sumur yang ada di bawah musala berbentuk panggung dengan bahan bambu. Lokasi sumur berada persis di bawah tempat imam.

Ia meninggal dunia ketika menjadi imam Salat Isya di Musala Pesantren Ilmu Giri, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (30/11).

Kanon – Kapolsek Imogiri, Kompol Anton Nugroho menerangkan peristiwa tersebut terjadi saat Sirajul menunaikan ibadah Shalat Isya bersama rekan-rekannya. Saat itu Sirajul menjadi imam shalat. Sirajul menjadi imam di Musala Pesantren Ilmu Giri yang bangunannya berbentuk rumah panggung dengan bahan bambu.

“Saat sujud rakaat ketiga, korban tiba-tiba terperosok ke dalam sumur yang ada di bawahnya (tempat korban menjadi imam),” ujar Anton saat dihubungi wartawan, Minggu, (1/12).

Minta Bantuan Warga

Anton menerangkan sesaat usai mengetahui Sirajul terperosok, rekan-rekannya segera memanggil warga. Rekan-rekan korban, sambung Anton, meminta bantuan warga untuk mengevakuasi Sirajul yang masuk ke dalam sumur sedalam kurang lebih tujuh meter itu.

Usai dievakuasi, Sirajul pun segera dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati. Namun nyawa Sirajul tak tertolong dan dinyatakan oleh dokter meninggal dunia dengan luka lebam di bagian wajah.

Saksi mengungkapkan detik-detik terperosoknya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sirajul Milal (22), ke dalam sumur saat mengimami salat Isya di musala Pesantren Ilmu Giri, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Wardoyo (35), warga setempat sekaligus saksi yang menolong Milal mengaku awalnya tidak ada yang aneh pada lantai musala yang dipakai untuk salat berjemaah itu.

Saksi menceritakan kejadian bermula saat ia beristirahat di rumah usai membersihkan Pesantren Ilmu Giri. Hal itu karena lokasi tersebut hendak dipergunakan untuk makrab mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (30/11) malam.

“Saat terjadi kecelakaan itu saya di rumah, baru saja saya istirahat tiba-tiba teman-teman mahasiswa ke sini minta tolong, katanya ada yang terperosok, gitu. Nah, tanpa pikir panjang saya langsung lari ke TKP,” katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (2/12/2019).

Kanon – Pria yang bertugas membersihkan lokasi tersebut melanjutkan, sesampainya di musala ia mendengar teriakan para mahasiswa yang meminta tali. Ternyata, hal itu karena korban terperosok ke dalam sumur yang ada di bawah tempat imam.

“Sampai sana ada yang bilang tali-tali, sepintas di pikiran saya itu bagaimana kalau pakai selang elastis terus ditarik, setelah menarik selang itu saya langsung turun. Padahal saya nggak bisa renang, refleks saja saya saat itu,” katanya.

“Terus saya turun pakai selang, dan ternyata saat kena air itu licin. Karena itu, saya minta bantuan warga. Terus ada warga yang datang membantu saya pakai tambang agar lebih kencang (tali yang dipakai menuruni sumur),” imbuhnya.

Baca Juga : Masuk Surga Bayar 10 Ribu, Pimpinannya Mengaku Rasul

Setelah tali kencang, Wardoyo langsung berupaya menuruni sumur berisi air. Namun, karena kedalaman air mencapai 3,15 meter membuatnya kewalahan dan beberapa kali naik ke mulut sumur untuk menghela napas.

“Saya pikir cetek, ternyata cukup dalam itu (kedalaman air di dalam sumur). Terus saya sampai 3 kali ambil napas dan turun lagi, akhirnya yang ketiga kali itu saya sempat nyentuh (tubuh) korban,” ucapnya.

Karena kelelahan, Wardoyo pun meminta bantuan mahasiswa yang bisa berenang. Hal itu untuk mengevakuasi korban yang berada di dalam sumur.

“Lalu saya teriak ada yang bisa berenang? Ternyata ada, saya bilang ke dia (mahasiswa) untuk ambil napas panjang dan turun. Setelah dia turun tiba-tiba langsung membawa naik korban dan langsung saya ikat pakai tali untuk dinaikkan ke mulut sumur,” ucap Wardoyo.

Lantai Musala Lapuk

Musala Lokasi Milal Terperosok Ke Dalam Sumur Saat Mengimami Salat Isya
Musala Lokasi Milal Terperosok Ke Dalam Sumur Saat Mengimami Salat Isya

Anton menjabarkan bahwa terperosoknya Sirajul ke dalam sumur hingga meninggal dunia diduga karena bagian lantai musala yang lapuk termakan usia. Bagian lantai musala tersebut terbuat dari bambu dan triplek. Ia menjelaskan bahwa musala di pesantren itu berbentuk panggung dengan ukuran 7×7 meter.

Sumur tersebut, kata Anton, memiliki kedalaman sekitar 7 meter dan berisi air sedalam 3,15 meter. Polisi menduga peristiwa itu terjadi karena bangunan musala yang sudah termakan usia dan struktur bangunan hanya menggunakan bahan bambu dan beralaskan triplek.

“Jadi itu murni kecelakaan ya. Karena sudah ada visum dan penyelidikan dari Inafis Polres Bantul. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Anton.