Sejatinya, masalah gigi pada anak perlu diperhatikan saat giginya pertamanya tumbuh. Dr. Eva Fauziah, selaku drg.Sp.KGA, Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia cabang Jakarta menyatakan bahwa gigi anak yang sehat atau tidak dipengaruhi semasa kehamilan sang ibu.

“Sejatinya, kesehatan gigi anak dapat dipengaruhi oleh kondisi kehamilan sang ibu. Apabila ketika hamil sang ibu kurang mengasup makanan berprotein dan berkalsium, maka gigi anak akan mengalami hypoplasia email, yakni pembentukan email gigi yang tidak sempurna,” tutur Dr. Eva.

Setelah tumbuh gigi susu pada anak, asupan gizi seimbang yang diasup anak akan berimbas pada kesehatan dan pertumbuhan giginya. Namun sayang, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan anak yang terlihat sedernahan, namun tanpa disadari bisa merusak giginya. Sebelum masalah gigi pada anak seperti plak dan karies muncul, anda sebagai orang tua bisa melakukan berbagai pencegahan seperti yang diulas dibawah ini :

1. Batasi asupan makanan dan minuman manis

Terlalu berlebihan mengasup makanan dan minuman manis sejatinya mampu dapat menyebabkan terbentuknya plak. Dalam hal ini, bakteri akan memproduksi asam, sehingga rongga mulut punya sifat asam yang tinggi, sehingga memicu karies, atau demineralisasi email.

2. Membasuh mulut anak dengan air putih

Untuk mencegah masalah gigi pada anak, anda sebagai orang tua tidak hanya berperan untuk membatasi anak untuk mengasup makanan dan minuman manis. Anda pun perlu membasuh mulutnya dengan air putih, supaya tidak ada sisa susu yang menempel di bagian giginya. Tak hanya itu, anda juga jangan membiasakan sang anak meminum susu dengan dot dan membiarkan dotnya itu menempel di mulutnya sampai ia tertidur.

3. Cegah anak mengemut jari

Untuk mencegah masalah gigi pada anak, setiap ibu harus berperan aktif untuk tidak membiarkan si kecil memasukan jarinya ke dalam mulut. Apabila terus dibiarkan, maka hal ini akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan mengemut jari ini pada dasarnya akan menghambat tumbuh kembang gigi dan rahang.

4. Mengkonsumsi makanan padat sesuai usia

Setelah gigi anak anda tumbuh dengan sempurna, latihlah si kecil untuk mengasup makanan padat sesuai dengan tahap perkembangan dan usianya, sehingga anak mengenal beragam tektur makanan yang diberikan. Dengan melatihnya mengunyah, maka proses pertumbuhan dan perkembangan gigi akan terangsang dengan baik.

5. Tanamkan kebiasaan rajin sikat gigi

Agar masalah gigi pada anak dapat dicegah, ajarkan anak anda untuk rajin menyikat gigi dengan benar, yakni dari gusi ke gigi. Biasakan untuk menyikat gigi setelah mengasup makan pagi dan sebelum tidur. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa risiko gigi berlubang pada anak akan berkurang apabila rutin menggosok gigi setiap hari.

6. Rutin ke dokter gigi

Setelah si kecil memasuki usia 1 tahun, ajaklah ia ke doker gigi secara rutin untuk memeriksakan kesehatan giginya. Hal ini juga akan membiasakan anak anda untuk tidak takut ke dokter gigi apabila ada masalah gigi pada anak. Idealnya, lakukan pemeriksaan gigi ini sebanyak 4 kali setiap tahun. tak hanya untuk memeriksa gigi, kunjungan anda ke dokter gigi juga akan memberikan edukasi terkait kesehatan gigi dan mulut dari dokter.

drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent, selaku MDSC- Head of Professional Relationship Oral Care, PT. Unilever Indonesia Tbk meyakini bahwa pendidikan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat diperoleh apabila sering berkunjung ke dokter gigi secara rutin. Hal ini bertujuan untuk memastikan dan memeriksakan kesehatan gigi dan mulut pada anak.