Saat ini banyak wanita maupun pria yang mengenakan riasan permanen berupa tato. Perlu diketahui, kendatipun riasan ini bisa menghemat waktu, namun faktanya tato ini bisa picu resiko yang sukar untuk dihilangkan. Riasan tato yang paling umum digunakan adalah tato alis dan tato bibir.

Harus diakui memang, tato ini akan membuat anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memoles ulang alis atau bibir setiap kali anda ingin tampil cantik di setiap aktivitas. Namun, anda perlu mengingat bahwa ada resiko yang bisa dialami untuk anda yang menggunakan tato permanen.

Berdasarkan prosedurnya, tato atau sulam tidak ada perbedaanya sama sekali. Kedua tekhnik ini sama sama menggunakan jarum. Akan tetapi, perbedaannya hanyalah terdapat pada hasil yang didapat. Sulam alis itu sifatnya semi permanen, yakni sekitar 2 tahun, sedangkan tato itu bersifat permanen.

Pada dasarnya, semua benda asing yang disematkan pada kulit yang sifatnya permanen akan menimbulkan resiko. Sebenarnya, prosedur tato lebih aman apabila dilakukan oleh orang-orang yang profesional, misalnya seperti kosmetologis, dermatologis, dan seniman tato, dengan menggunakan alat-alat yang bersih dan steril.

Perlu anda ketahui, tato secara permanen bisa memicu beberapa resiko seperti infeksi pada bagian kulit yang ditato dan terinfeksinya penyakit menular seperti HIV serta hepatitis B. Tidak hanya itu saja, tato permanen juga akan memicu alergi pada bagian tubuh yang ditato.

Seorang dokter dari Meetdoctor bernama Dr. Deffy Leksani Anggar Sari menyatakan bahwa jarum tato yang tidak steril bisa menyebarkan infeksi yang membahayakan seperti hepatitis B. Tidak hanya itu, salon kecantikan yang tidak memiliki sertifikasi kemungkinan besar akan mengenakan tinta tato yang tidak seharusnya dipergunakan pada kulit.