Serie A – Juventus dinilai lebih baik melupakan Marco Verratti. Mereka perlu mencari alternatif pemain lain, ketimbang menunggu Veratti. Sesungguhnya, Verratti belum ada hasrat untuk berlabuh ke Turin walaupun Bianconeri menjanjikannya dengan rencana yang luar biasa.


Verratti bisa dikatakan menjadi properti terheboh La Vecchia Signora pada jendela transfer mendatang. Demi mendapatkan tanda tangan jasanya dari Paris Saint Germain (PSG), sang juara Serie A Italia, tak ragu siap mengeluarkan dana sebesar 80 juta euro. Bukan cuma itu, pemain yang baru menginjak usia 24 tahun itu akan dimanjakan dengan upah 8,6 juta euro per musim. Dengan demikian, Verratti akan menjadi pemain serta bergaji terbesar dalam sejarah Serie A.

Apa yang ditawarkan klub asal Turin ternyata tak membuat Verratti tertarik. Dia sama sekali belum ada pikiran untuk angkat koper dari Les Parisien, kesebelasan yang telah dibelanya semenjak tahun 2012 seusai memutuskan untuk angkat koper dari Pescara (2008-2012). Sesungguhnya ia merasa sangat senang menjadi pusat perhatian kesebelasan besar, namun ia masih tetap dengan keputusannya. Bersama PSG ia memiliki rencana besar dan ia berambisi masuk ke dalam daftar kesebelasan top di Eropa.

Statement tersebut menyangkal perkataan Donato Di Campli, agen Verratti, yang sebelumnya memaparkan bahwa kliennya berkemungkinan angkat koper dari Les Parisiens. La Vecchia Signora pun rela dengan keputusannya. Menurut Direktur olahraga Juverntus, Giuseppe Marrota, mendapatkan jasanya mungkin merupakan sesuatu yang mustahil, tak ada kesempatan untuk membawanya merumput di Turin.

Marotta berpendapat, PSG yang berada di bawah kuasa juru taktik Emery, Verratti merupakan tokoh pemain yang vital. Jasa playmaker yang menyandang nomor punggung 6 itu merupakan tokoh yang cukup krusial bagi tim. Dia dianggap sebagai pemain yang menjadi pusat permainan Les parisien.

Jika dinilai dari ketersediaan pemain yang ada, kesebelasan asal Turin tersebut sebetulnya tak terlalu cemas. Manajer Bianconeri, Massimiliano Allegri masih mungkin menurunkan Marchisio, Khedira, Pjanic, atau Tomas Rincon yang berpredikat sebagai rekrutan baru. Masih ada juga opsi lain, yakni pemain belia Mario Lemina yang tak kalah impresif di sektor tengah.

Namun sudah barang tentu La Vecchia Signora dan Allegri punya opini lain kenapa mereka sebegitu keras kepalanya ingin mendapatkan jasa Verratti. Sepak terjang Verratti selama berseragam Les Parisien pastilah menjadi refensi. Tiga belas tropi, termasuk tropi Ligue 1 dalam empat tahun terakhir dianggap rapor yang sangat luar biasa. Musim ini, Verratti telah bermain dalam 27 laga di berbagai ajang kompetisi.

Melihat banyaknya alternatif yang dimiliki Juventus, meskipun tidak mendapat jasa Veratti pun, La Vecchia Signora masih tetap perkasa di sektor tengah. Hal itu terlihat dengan hasil yang telah dipetik oleh Bianconeri di Serie A. Anak asuh Allegri masih tetap kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 63 poin, jauh meninggalkan rival-rivalnya dibelakang.