yandex
Gaya HidupKesehatan

Kurus di Usia Senja Juga Diprakirakan Bisa Picu Pikun

Duakali – Sudah banyak studi yang melibatkan antara kegendutan dengan risiko Alzheimer. Tapinya studi terbaru juga menemukan risiko yang sama menghantui orang yang kurus. Jadi yang benar yang mana?

Sepertinya bukan kurus itu sendiri yang diartikan peneliti, melainkan penurunan berat badan secara instan. Sebab karena kondisi tersebut, peneliti dari Massachusetts General Hospital menemukan adanya penumpukan plak amyloid di otak, yang diduga dapat memicu Alzheimer.

Penelitian dilakukan terhadap 280 peserta berusia 62-90 tahun yang seluruhnya sehat. Selain menghimpun data usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan, studi juga mencatat BMI dan mengamati kadar beta amyloid di otak mereka masing-masing, menggunakan scan PET.

Pada mereka yang BMI-nya paling kecil didapatkan sebuah varian gen yang dikatakan APOE4, malahan kadarnya paling tinggi di antara partisipan lainnya. Varian gen ini sendiri diketahui sebagai faktor risiko utama dari Alzheimer yang biasanya muncul di usia senja.

“Temuan kami mengubah anggapan bahwa individu dengan berat badan di bawah rata-rata di usia senja adalah sehat, karena mereka justru dihadapkan pada risiko penyakit yang lebih besar,” simpul studi, Gad Marshall seperti diberitakan NY Daily News.

Di samping itu, seperti diberitakan News Medical, BMI yang kecil merupakan indikator dari kelemahan fisik pada lansia. Penurunan berat badan di usia lanjut juga mendampakkan hilangnya kekuatan dan lambatnya pergerakan, dan hal-hal ini dianggap erat kaitannya dengan risiko Alzheimer.

“Enggak lama lagi, kami juga akan mengikuti pertumbuhan peserta, untuk melihat apakah perkiraan ini bisa menjadi kenyataan, dengan munculnya gejala ataukah tidak,” pungkas Marshall.

Mungkin penelitian yang dilakukan Kansas University di tahun 2011 ada betulnya. “Sesungguhnya belum jelas apakah turunnya berat badan adalah bagian dari Alzheimer, atau hanya efek samping dari penyakit tersebut. Namun ada hubungan antara keduanya,” ucap Dr Anne Corbett, ketua tim peneliti.

Tapinya ketika seseorang terjangkit Alzheimer, susunan saraf intinya mengalami perubahan sehingga mendampakkan fungsi otaknya. Gejala yang paling utama adalah sering lupa, termasuk lupa makan.

Pendapat lain, Alzheimer membuat orang menjadi lebih banyak diam dan tidak berkegiatan. Sesuai sifat alamiahnya, otot jika tidak banyak digunakan akan menyusut sehingga secara keseluruhan akan mengurangi berat badan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button