Tokyo: Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang tak hanya untuk mempererat hubungan kerja sama antar kedua negara. Di sela-sela kunjungan kerja itu, Jokowi menyempatkan diri bertemu dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Negeri Sakura tersebut.

Presiden Jokowi sempat bertandang ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) pada Selasa (24/3/2015) malam waktu setempat. Kedatangannya tak lain untuk bersilahturahmi.

Ratusan WNI sudah menunggu kedatangan presiden sejak sore hari. Penantian pun terbayar saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu datang dan berdialog langsung dengan mereka.

Jokowi yang hadir didampingi Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto dan Dubes Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dengan hangat dan santai menyapa seluruh masyarakat Indonesia yang hadir. Bahkan, beberapa di antaranya pun diundang oleh presiden untuk berdialog langsung dan naik ke atas panggung.

Salah seorang Ibu yang diudang ke atas panggung dan berdialog mengungkapkan keresahan tentang ketiadaan masjid di lingkungan SRIT. Ibu yang mengenakan kerudung hijau tosca itu pun meminta agar presiden membantu proses pembuatan masjid yang kekurangan dana sebesar Rp5 miliar.

“Saya menyampaikan amanat dari kawan-kawan di sini tentang tidak adanya masjid di lingkungan sekolah ini, pak. Kami WNI yang tinggal di sekitar sini kalau lebaran atau bulan puasa, mau ibadah jama’ah susah. Maka dari itu, kalau bisa dalam kunjungan bapak ke sini, kami juga minta bantuan untuk pembangunan masjid yang hingga kini masih kurang dana sebesar Rp5 miliar,” pinta si ibu.

“Berapa kekurangannya? Rp5 miliar? Ya pelan-pelan ya dibangun nanti kita lihat,” jawab Jokowi atas permintaan masyarakat Indonesia di Jepang tersebut.

Masyarakat yang sangat berharap tidak lantas kecewa atas jawaban Jokowi, mereka malah tertawa karena ekspresi Jokowi yang nampak sedikit kebingungan mencari jawaban ketika itu.

Perbincangan seputar dana masjid pun ditengahi Yusron. Dia berjanji akan membantu mencarikan dana untuk pembangunan masjid, dan juga menyatakan harapannya agar presiden turut serta membantu mencarikan dana tambahan.

Selang beberapa WNI yang diajak ke atas panggung dan berbincang langsung dengan presiden, acara pun berakhir dengan sesi foto yang panjang. Betapa tidak, hampir seluruh WNI yang memenuhi sport hall SRIT tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto dengan presiden. Alhasil, presiden pun harus rela digilir untuk foto bersama ratusan WNI. Bahkan, Paspamres sampai harus turun tangan mengatur sesi foto itu.

REN

Sumber : metrotvnews.com