Chelsea's Cesc Fabregas celebrates scoring 4-0 during the Champions League group G soccer match between Chelsea and Maccabi Tel Aviv at Stamford Bridge stadium in London, Wednesday, Sept. 16, 2015.(AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Cesc Fabregas berkontribusi besar dalam meraihkan kemenangan telak Chelsea 4-1 atas Bournemouth. Gelandang Spanyol itu tampil yahud dengan menciptakan tiga assist.

Tandang ke Stadium Vitality, pada saat Sabtu kemarin malam WIB, Pedro Rodriguez menjebol gawang lawan dengan cepat di menit kelima selepas menerima umpan terobosan Fabregas. Flick Fabregas diterima Hazard yang diteruskan sepakan dari luar kotak penalti Bournemouth untuk memperbesar keunggulan Chelsea 2-0 di menit 34.

Bournemouth lantas menciptakan gol balasan tuk mengubah kedudukannya menjadi 1-2 di paruh pertama. Di babak kedua, Chelsea menjauh lagi lewat gol Willian di menit 71 usai memaksimalkan operan mendatar Fabregas. Di masa injury time Hazard mencetak gol keduanya untuk melengkapi dominasi tim tamu.

Tiga assist ini ialah yang pertama bagi Fabregas pada saat 11 penampilan terakhir dia. Terakhir kalinya Fabregas menyumbang satu assist dalam kemenangan 5-1 Chelsea atas Newcastle United di lanjutan Premier League, Februari 2016 silam.

Fabregas kini menambah koleksi jumlah assistnya jadi 95 di Premier League, melampaui Wayne Rooney [94] atau yang ketiga terbanyak di kompetisi ini. Eks pemain Arsenal dan Barcelona itu masih tertinggal dari Frank Lampard [102] dan Ryan Giggs [162].

“Banyak hal yang tengah terjadi. Kadang kala Anda tidak mencetak assist sama sekali lalu secara spontan Anda mungkin mencetak banyak assist dalam satu laga begitulah adanya, aku hanya merasa senang dengan performa tim, dan tentu saja senang dengan penampilan individualku, tapi aku merasa bagus dan itu yang paling penting,” ungkap Fabregas.

Kontribusi Fabregas enggak luput dari Guus Hiddink. Manajer interim Chelsea ini tidak sungkan memuji penampilannya.

“Dia di laga itu begitu menikmatinya dan dia ialah salah satu dari sedikit pemain yang miliki visi seperti ini. Dia tahu dia bisa mengeksekusi apa yang dia inginkan. Kami melatih hal itu dan saat dia menguasai bola, kami punya para pemain yang berlari untuk membuat visi cepat dia menjadi efektif,” kata Hiddink.