yandex
Gaya HidupKesehatan

Konsumsi Suplemen Berlebih Bisa Dianggap Sebagai Gangguan Makan

Duakali.com – Pemakaian berlebih dan ketergantungan terhadap produk-produk suplemen pria tersebut dikatakan oleh ahli bisa dikualifikasikan sebagai penyakit gangguan makan.

Pria yang mengejar tubuh berotot ‘ideal’ seringkali mengonsumsi berbagai suplemen untuk mendukungnya. Namun pemakaian terlalu sering dapat jadi tanda masalah.

Dalam pertemuan American Psychological Association’s baru-baru ini, media disebut-sebut ikut berperan mendorong kemunculan penyakit baru ini yaitu dengan sering mengobjekkan bentuk tubuh pria. Bentuk tubuh pria yang ideal sering digambarkan seperti seimbang, berotot, dan minim lemak.

“Itu adalah upaya pasar untuk membuat produk mengincar rasa tidak percaya diri terkait maskulinitas dan menjadikannya seperti sebuah solusi untuk mengisi kehampaan yang dirasakan banyak pria dalam budaya saat ini.” kata seorang peneliti Richard Achiro dari California School of Professional Psychology, seperti diberitakan Fox News dan dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (8/8/2015).

Dalam studi sebanyak 195 partisipan pria berumur rata-rata 33 tahun yang memakai suplemen diikutsertakan dalam survei sederhana. Peneliti ingin melihat bagaimana penggunaan suplemen, kepercayaan diri, bentuk tubuh, kebiasaan makan, dan peran gender saling terkait. Peneliti menemukan setidaknya 29 persen partisipan mengaku khawatir terlalu sering memakai suplemen sementara 40 persen lainnya malah meningkatkan konsumsi. Sementara itu 8 persen partisipan mengaku pernah diingatkan dokter untuk berhenti mengonsumsi suplemen karena alasan kesehatan.

“Seperti penyakit gangguan makan, rasa kebutuhan seseorang terhadap suplemen benar-benar bisa menjadi keras,” pungkas Achiro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button