yandex
Bisnis

Kisah Sukses Arya dan Kristen Rintis Bisnis Tas “Erfa Handmade”

Bergelut di dunia bisnis saat ini memang mampu menghasilkan peluang yang menjanjikan apabila ditekuni dengan kesungguhan dan kerja keras. Seperti halnya yang dilakukan oleh pasangan suami istri ini, Aryagalih Salokahinu dan Kristien Mey Triyana yang memberanikan diri untuk merintis bisnis tas dengan mengusung brand Erfa Handmade. Kini, omzet yang didapatnya pun mencapai ratusan juta rupiah.

Sebelum memulai bisnis tas ini, Arya berprofesi sebagai seorang pedagang tas biasa yang mengambil produk tasnya dari tempat lain, lalu dijual ke konsumen. Kondisi tersebut berlangsung cukup lama dan akhirnya munculah pemikiran untuk menciptakan produk sendiri. Pasalnya, sang istri memiliki kemampuan dalam mendesain tas dengan bentuk yang menarik.

Kristien bertugas sebagai perancang dari produk tasnya, sementara Arya berperan dalam hal financialnya. Untuk memulai bisnis tas ini, mereka mengandalkan modal sebesar Rp 2 juta yang dipergunakannya untuk membeli beragam bahan produksi, seperti kancing, kain, pernak-pernik, serta komponen lainnya yang di pasar grosir untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Untuk membuat tampilannya semakin menarik, Kristien merancangnya dengan sentuhan etnik di setiap tas yang diproduksinya. Setelah desain selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah proses penjahitan dengan menggunakan jasa konveksi. “Setelah kami selesai mendesainnya, desain tas tersebut kami bawa ke konveksi beserta kainnya. Jadinya kami titip menjahit di orang lain,” beber Kristien.

Setelah produk tas selesai dibuat, pasangan suami istri ini mulai memasarkannya. Berjualan tas online adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memperkenalkan produk tasnya kepada masyarakat secara luas. Tak hanya itu, Arya dan Kristien juga melakukan pemasaran dari mulut ke mulut yang menurutnya masih lebih efektif.

Berkat dua sistem pemasaran tersebut, Erfa Handmade mulai dibanjiri pesanan. Hal tersebut tidak dijadikannya sebagai tekanan, tapinya sebagai pembelanjaran. Karena banyaknya pesanan yang datang, Arya pun mulai mempelajari tekknik menjahit tas. Setelah mahir menjahit, ia pun membangun konveksi dengan mengandalkan modal dari hasil penjualan tasnya.

bisnis-tas

Untuk bisa memenuhi pesanan yang datang, Arya mempekerjakan 30 pegawai untuk konveksinya yang berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis tasnya pun semakin meningkat, hingga akhirnya ia mampu mengantongi omzet yang besarnya mencapai Rp 600 juta setiap bulannya.

Tak pernah terpikirkan sebelumnya, bisnis tas yang digeluti pasangan suami istri ini ternyata mengalami kemunduran akibat semakin menurunnya permintaan. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga disebabkan oleh melemahnya ekonomi nasional yang terjadi pada saat itu.

Menurunnya permintaan tersebut menjadikan penghasilan yang didapat pun ikut menurun. Kondisi tersebut menjadikan Arya harus berpikir keras untuk kembali mengembangkan usaha tasnya. Alhasil, Arya pun mengambil keputusan untuk menurunkan tingkat produksi serta pengurangan karyawan pada pabrik konveksinya. Kini, ia pun hanya mempekerjakan 5 pegawai saja.

Meski demikian, Arya tetap mengutamakan kualitas produk tas yang diproduksinya. Desain yang dibuat pun semakin bervariasi agar tetap diminati oleh konsumen. Erfa Handmade menawarkan beragam produk tas dewasa sampai anak-anak. Sejumlah produk tas tersebut dibanderolnya dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 300.000 per produknya.

Arya dan Kristien pun kembali gencar melakukan promosi dari produk tasnya, mulai dari media sosial, website, maupun mengikuti pameran yang di dalam maupun di luar negeri. Bahkan Erfa Handmade mulai menyasar pangsa pasar di negara-negara tetangga, seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.

Berkat kerja keras yang dilakukannya, kini Arya mengaku sudah mampu kembali mengantongi omzet sebesar Rp 150 juta di setiap bulannya. Target selanjutnya yang ingin diwujudkan Arya dan Kristien saat ini adalah mendirikan outlet Erfa Handmade. Hal ini dilakukannya untuk menjaga originalitas dari produk tasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button