Liga Inggris – Di Benak para penyerang tersirat dua hal bila membahas tentang rekor yang telah ditorehkan oleh Wayne Rooney, itu adalah kagum dan iri. Rooney tergolong sebagai striker yang dinilai sangat tajam dalam mencetak angka. Hanya saja jika berbicara mengenai rentang gol, Rooney bukan yang terbaik. Ada beberapa penyerang The Red Devils yang ketajamannya tak dapat dipungkiri lagi, salah satunya Dwight Yorke. Rentan gol yang telah dicetaknya mencapai 0.54 di setiap pertandingan sedangkan Rooney hanya 0.46 per laga. Hal yang membedakan mereka adalah Rooney tetap setia membela klubnya itu sedangkan Yorke memilih untuk pergi.

Yorke merupakan salah satu pemain depan terbaik yang pernah dimiliki oleh Manchester United. Pemain yang lahir di Trinidad dan Tobago ini dicatatkan hanya bertahan empat musim bermain di Old Trafford. Tapi kehandalannya mencetak gol membuat dia selalu dikenang oleh publik Manchester United.

Talenta yang dimiliki Yorke sesungguhnya ditemukan dengan cara yang tak terduga oleh sang juru racik Aston Villa, yakni Graham Taylor. Sewaktu ia menjalani laga pramusim pada tahun 1989, Villa melawat ke West Indies.

Cole baru terjun ke Liga Inggris dan memulai karirnya setahun setelahnya. Ia tidak direncanakan sebagai penyerang tengah, namun ia diposisikan disayap kanan. Bermula dari situ, ia pun berhasil mengantongi 73 gol untuk Villa dan membuatnya menjadi mangsa bagi klu-klub besar, termasuk Manchester united.

Bukan perkara gampang merekrut Yorke ke Old Trafford. Bukan karena masalah tingginya mahar Yorke , melainkan Yorke telah dicintai dan disayangi oleh para fans Aston Villa. Disamping itu, Villa pun masih sangat memerlukan bantuan Yorke. Ditambah merekalah yang telah berjasa dalam membantu menaikan karir Yorke di tanah Inggris.

Nyatanya, Yorke sendiri mempunyai kemauan untuk hengkang dari klub yang telah membesarkannya itu. Dan pernyataan itu dia sampaikan dengan terbuka. Dampak dari hal ini menyebabkan dia dimusuhi oleh publik Villa. “Bila saat itu saya sedang menggenggam sebuah pistol, saya sudah menembaknya!” kata manajer Villa kala itu, John Gregory.

Di awal musim 1998/1999, Yorke aslinya masih terdaftar sebagai salah satu pemain Aston Villa. Tapi seminggu setelahnya, Yorke resmi tercatat sebagai pemain Manchester United mematahkan rekor transfer klub saat itu dengan nilai 12.6 juta pound.

Awal musim semenjak kedatangan Yorke benar-benar merupakan musim yang fantastis bagi Yorke. Dia sukses meraih treble pertama bersama United dan berhasil mencatatkan gol terbanyak di semua kompetisi termasuk di liga.

Para Striker Setan Merah kala itu memang terbilang sangat brilian. Yorke ditemani oleh rekannya, Andy Cole, kala itu memang dikenal sangat bertaji dan di segani sebagai striker. Yorke membukukan 18 angka sedangkan Cole berhasil membukukan 17 angka di masa itu. Mereka berdua memberikan 43 persen dari semua gol yang diperoleh Setan Merah pada musim 98/99. Aslinya, Cole telah bermain bersama Setan Merah dari tahun 1995. Tapi, dia mulai menjadi starter di musim 1997/1998. Dengan torehan gol yang menakjubkan, Cole diyakini bisa menjadi mitra yang pas bagi Yorke.

Alhasil, mereka berdua pun menjadi pasangan yang sangat ideal. Justru mereka pun terlihat lebih selaras dibandingkan duet Yorke-Teddy Sheringham, Solkjaer, atau Kluivert. Lebih-lebih, pasangan hebat itu dikatakan sebagai “pasangan bertelepati yang berbahaya”. Semenjak itu, rasanya aneh bila memebicarakan Cole tanpa Yorke. Tapi sayangnya, mereka berdua pun akhirnya memilih hengkang dari MU di musim yang sama.

Bernostalgia tentang laga terindah, laga melawan Barcelona di Liga Champion 1998/1999 adalah laga terhebat yang paling sukses yang pernah dicapai. Di laga yang menciptakan 6 gol dengan skor 3-3 bagi masing-masing kubu, Yorke dengan Cole terlihat sangat konstan dan seakan-akan mereka saling membaca pikiran masing-masing satu sama lain.