Menurut penelitian sebuah studi baru, bahwa kicau burung bisa menawarkan petunjuk tuk gangguan berbicara pada manusia yang menyertai gangguan neurologis, termasuk di dalamnya penyakit Parkinson.

Peneliti Julie Miller dari University of Arizona telah mengutarakan, bahwa burung jenis penyanyi itu telah memiliki bagian-bagian tertentu di otak mereka yang memungkinkan mereka belajar menyanyikan lagu. Julie Miller menambahkan, bahwa para peneliti dapat mempelajari perubahan pada bagian otak serta lagu yang keluar dari paruh burung tersebut.

Burung juga tak hanya punyai perkembangan buat berbicara yang sangat mirip dengan manusia, tapinya beberapa gen itu penting di bagian otak yang akan terlibat di dalam memproduksi percakapan itu nantinya. Hal ini pula yang telah menunjukkan, jika dapat memahami bagaimana perubahan otak burung penyanyi di dalam bernyanyi, maka masalah produksi suara manusia seharusnya memiliki penyebab serupa.

“Para ilmuwan itu kini masih enggak mempunyai pemahaman yang baik tentang bagaimana perubahan di dalam otak itu dapat menyebabkan masalah bicara. Di laboratorium, saya ingin tahu apa yang akan terjadi di sirkuit otak mengenai masalah ini,” ujarnya.

Biarpun penelitian di laboratorium ini masih di dalam tahap awal, Miller sangat berharap pada akhirnya akan membuka pintu untuk pengobatan masalah bicara. Hal ini berarti termasuk untuk pengobatan penyakit Parkinson dan gangguan yang serupa nanti kedepannya.