Jakarta: Slamet Raharjo, 20, warga Bojong Kavling RT 016 RW 004, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, membunuh pamannya Encas. Dia tidak terima ibunya dimaki korban.

Encas ditemukan tewas di aliran kali di RT 06, RW 011, Perumahan Permata Buana, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Senin 30 Maret, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Sukatma mengatakan, pengungkapan kasus penganiayaan yang berujung pembunuhan itu terkuak setelah Encas yang tiga hari menghilang ditemukan mengambang di aliran Kali Angke.

“Hasil visum, jasad korban saat itu kami kenali sebagai Encas. Kemudian kami telusuri karena kami tahu pria itu korban pembunuhan,” kata Sukatma di Mapolres Jakarta Barat, Rabu (1/4/2015).

Sukatma mengungkapkan, Encas yang berprofesi sebagai kuli bangunan dibunuh oleh keponakannya sendiri. Terkait motif, jelas Sukatma, keponakannya itu sakit hati melihat ibunya dimarahi sang paman.

“Pelaku setelah kami amankan mengaku, kalau dia membunuh pamannya sendiri,” ucap Sukatma didampingi Kanit Reskrim Polsek Metro Kembangan, AKP Manurung.

Sementara ini, polisi menjerat Slamet dengan Pasal 351 KUHP atas perbuatannya menganiaya dan menghilangkan nyawa orang lain. “Ancamannya di atas tujuh tahun penjara,” tukas dia.

Slamet, remaja yang baru menikah sebulan lalu itu seolah tanpa beban. Setelah dua kali menghujam dada sang paman dengan pisau, Slamet membuang jasadnya ke Kali Angke.

“Saya paling enggak suka kalau ada yang menghina ibu saya (Rini),” tutur Slamet.

TRK

Sumber : metrotvnews.com