Kerja Sama Selatan dalam KAA dan Peran Indonesia

Jakarta: Peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) menjadi peluang memperluas kerja sama antara negara benua Asia dan Afrika. Indonesia memiliki peran besar dalam memperkuat kerja sama ini.

Menurut Direktur Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri, Siti Nugraha Mauludiah, Indonesia pada awalnya menjadi negara yang menerima batuan kerja sama. Namun pada perkembangannya Indonesia bisa mulai memberikan bantuan ke negara yang membutuhkan.

“Bantuan (yang diterima Indonesia) biasanya berasal dari negara Utara (negara maju). Namun mulai 1980 an, Indonesia mulai membuka peluang kerja sama dengan negara Selatan-Selatan karena memiliki potensi yang bisa dibagi,” ujar Siti Nugraha Mauludiah dalam talk show bertema ‘Strengthening of South-South Cooperation’, di Gedung RRI, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

“Mulai saat itu, kami melakukan banyak kerja sama antara negara Selatan-Selatan. Sebagian besar kerja sama itu dilakukan antara negara Asia dan Afrika. Indonesia pun banyak memberikan kontribusi,” jelasnya.

Sebagai contoh, program yang dilakukan oleh Indonesia untuk memberikan bantuan kepada negara Selatan-Selatan mencapai 414 program. Program tersebut diarahkan kepada 4.500 partisipan dari 94 negara.

“Angka ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara negara Selatan. Mereka bisa saling membantu, bisa berkembang bersama dan tidak meninggalkan negara lain, teapi saling mendorong agar negara Selatan makmur,” tutur perempuan yang biasa yang dipanggil Ibu Nining ini.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kebijakan kerja sama Selatan-Selatan dari Indonesia.
FJR

Sumber : metrotvnews.com