Keindahan pelangi sudah sangat natural disebut dan digambarkan dari puisi, lirik lagu, sampai lukisan. Tapinya, memotret pelangi tak semudah untaian kata dan coretan kuas. Selalu ada tantangan dalam merekam momen cahaya.

Ada beraneka ragam fenomena unik di Bumi yang dipicu oleh spektrum cahaya. Sebut saja di antaranya adalah aurora dan—yang sering terjadi di Indonesia—halo matahari. Momen-momen tersebut sama eksotisnya dengan pelangi, mengabadikannya menjadi foto pun sama menantangnya.

Cara kerja kamera pada umumnya menyamakan proses mata melihat benda. Cahaya dalam ragam spektrumnya merupakan modal bagi mata manusia untuk melihat benda, dari cahaya yang terpantul olehnya dan tertangkap retina mata.

Fenomena yang tersorot oleh cahaya—seperti pelangi, aurora, dan halo matahari itu—menggunakan prinsip yang sama, tapinya pemantulnya adalah partikel-partikel kecil di udara.

Lantaran itu, untuk mendapatkan gambar foto yang semendekati aslinya akan tergantung pada kemampuan kamera menangkap cahaya.

Jikalau nantinya lensa kamera terpapar terlalu banyak cahaya maka hasil foto akan over exposure. Sebaliknya, kekurangan cahaya yang tertangkap sensor kamera akan membuat foto under exposure.

Kamera depan ponsel yang analog dengan selfie bukan pengecualian tuk prinsip tersebut. Terlebih lagi, sekarang selfie sudah menjadi fenomena global.

“Disaat ini setiap harinya ada 93 juta foto selfie yang diambil dari satu miliar telepon seluler dengan sistem operasi Android,” ujar Wakil Presiden Senior di Google, Sundar Pichai.

Merobeknya fenomena selfie ini tak suak membuat produsen ponsel kamera terus berbenah. Karena itu, tak aneh bila sekarang ada kamera depan ponsel sudah memiliki resolusi 16 megapiksel dengan sensor 1/3.1 dan bukaan f/2.0.

Tidak cukup dengan spesifikasi tinggi lensa, ponsel berkamera yang dibuat untuk para pencinta selfie pun mencocokan tambahan fitur-fitur penunjang. Di bagian ini antara lain ada Beautify 4.0, screen flash, dan beragam filter.

Seumpama teknologi lensa memberikan peluang tuk kamera depan mendapatkan cahaya sebanyak mungkin dari yang sudah tersedia, maka fitur-fitur tambahan itu adalah membantu selfie di lokasi kelebihan maupun minim cahaya.

Gabungan dari keduanya memastikan hasil selfie tidak akan buram, kendatipun untuk mengabadikan momen bergerak cepat ataupun kurang pencahayaan. Dengan itu, apapun kondisi pencahayaan tak perlu lagi jadi penghalang selfie.