Sang manajer Liverpool membahas memori Istanbul 2005 disaat jeda pertandingan kontra Borussia Dortmund perempat final kedua Liga Europa di Stadium Anfield, pada hari Kamis kemarin.

Disaat itu, Dortmund tengah unggul 2-0 berkat gol Henrik Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang. Klopp pun mengimbau kepada para pemain bahwa kesempatan menang belum tertutup.

“Saya mengutarakan ke para pemain, Liverpool tertinggal 0-3 di final Liga Champions, tapinya akhirnya juara. Hal itu sudah cukup mendorong kami untuk terus berusaha,” kata Klopp.

“Banyak tim yang menyerah jikalau sudah tertinggal 0-2, tapinya situasi tersebut tak boleh terjadi pada tim sebesar Liverpool,” imbuh dia.

Pengujaran Klopp mengacu final Liga Champions 2005 di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki. Liverpool menjadi juara setelah memutar ketinggalan 0-3 pada paruh pertama.

Cara Klopp terbukti tokcer. The Reds mencetak empat gol selepas turun minum, sedangkan lawan cuma membalas satu. Liverpoolpun menang 4-3. Akan tetapi, Klopp enggan membandingkan anak-anak asuhnya dengan skuad 2005.

“Tim yang menang pada malam ini bukan tim di laga Istanbul. Saya mengamati pertandingan itu dan memprediksi Liverpool akan bangkit. Saya memberitahu para pemain bahwa mereka bisa mengulanginya,” imbuh Klopp.

Di babak semifinal, skuat Liverpool bakal menemui dengan salah satu dari Sevilla, Villarreal, dan Shakhtar Donetsk. Dua laga semifinal tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 28 April dan 5 Mei 2016.