Keluyuran Saat UN, Ahok Diminta Tak Asal Pecat Kepsek

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tidak asal memecat kepala sekolah yang keluyuran saat Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI harus melakukan kajian sebelum mengambil keputusan.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali mengatakan, sebelum memecat Kepsek SMA 3 Retno Listyarti, Disdik harus pelajari keuntungan maupun kerugian yang dapat ditimbulkan dari pencopotan tersbut.

“Harus dikaji dulu, apa keuntungan dan kerugian yang akan ditumbulkan terhadap dunia pendidikan,” kata Ashraf,Senin (20/4/2015).

Menurut Ashraf, wanita yang menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini memang bersalah. Karena mendahulukan pekerjaannya sebagai pengurus organisasi ketimbang tugas sebagai pendidik.

“Dia kan PNS, harusnya wajib mentaati segala peraturan yang berlaku. Tidak boleh hanya karena ikut organisasi, jadi mengesampingkan tugas utamanya. Kalaupun ada kegiatan organisasi, harus izin dulu ke atasannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Retno membatah meninggalkan sekolahnya saat ujian berlangsung. Dia mengaku berada sekolah pada pukul 07.26 WIB. Retno pergi menghadiri undangan dialog dari salah satu stasiun tv swasta sebagai aktivis guru. Undangan itu diterima karena dilakukan sebelum UN dimulai.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana memecat Retno karena keluyuran saat siswanya sedang ujian.

FZN

Sumber : metrotvnews.com