Penyedia content delivery network Akamai kembali meluncurkan laporan State of the Internet untuk kuartal IV 2015. Di dalamnya, perusahaan yang bertumpuan di Massachusetts, AS ini antara lain menjabarkan perubahan kecepatan internet negara-negara di seluruh dunia.

Indonesia, pada hari Jumat kemarin, mengalami kenaikan kecepatan koneksi internet diperkirakan sebesar 109% atau lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal yang sama tahun lalu, menjadi 3,9 Mbps.

Partikel kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi tuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Di urutan kedua ada Vietnam yang mencatat kenaikan 43%. Meski begitu, rata-rata kecepatan koneksi internet di Indonesia masih berada di bawah rata-rata global yang sebesar 5,6 Mbps.

Indonesia juga mencatatkan kenaikan kecepatan akses internet dengan maksimal sebanyak 495% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, menjadi 79,8 Mbps. Capaian itu menempatkan Indonesia di urutan keenam dunia dalam hal kecepatan internal maksimal.

Apa penyebab bergandanya kecepatan internet di Indonesia? Dari bagian Akamai mengklaim salah satu kemungkinannya adalah penambahan server Akamai yang dicantum oleh operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia.

Bisa saja ada pautannya dengan penggelaran jaringan internet berkecepatan tinggi 4G LTE di Indonesia yang dimulai pada akhir tahun 2014. Seperti disebutkan di atas, Akamai memperoleh kenaikan besar soal kecepatan akses internet di Tanah Air dalam peridoe kuartal IV 2014 hingga kuartal IV 2015.

Tapinya, sebaran kecepatan internet cepat di Indonesia masih belum merata. Menurut Akamai, hanya 0,5 persen pengguna internet Tanah Air yang bisa menikmati kecepatan koneksi di atas 15 Mbps.

Kebanyakan negara lain mencatatkan angka yang lebih “meluas”. Sebanyak 40% pengguna internet di Jepang, perumpaannya, sudah bisa tersambung dengan kecepatan di atas 15 Mbps.

Akamai sendiri adalah salah satu pendonasi platform distributed computing terbesar di dunia serta bertanggung jawab melayani sampai 30% trafik web global.