Liga Primer Inggris – Jose Mourinho berhasil membuktikan bahwa ia mampu menuntun Manchester United kembali ke jalur positif. Kemenangan demi kemenangan sukses dipetik The Red Devils di tiap laga yang mereka mainkan. Terbaru, MU kembali mencatatkan kemenangan di kompetisi FA Cup. Gol yang disumbangkan oleh Marcus Rashford dan Zlatan Ibrahimovic membuat gol Blackburn Rovers yang dihasilkan oleh Danny Graham pun menjadi tidak begitu berarti.

Sebelumnya, mereka berhasil menumbangkan St. Etienne di kompetisi Europa League berkat aksi heroik Ibrahimovic dengan hattrick yang ia bukukan. Ini tentu menjadi modal penting bagi The Red Devils menjelang laga vital mereka akhir pekan ini, babak final EFL Cup kontra Southampton.


Dalam dua kemenangan terakhir The Red Devils, ada satu penglihatan yang serupa, yakni absennya Wayne Rooney dari skuat. Bahkan, jika dicermati lebih dalam, Rooney belum pernah berlaga untuk Setan Merah lagi sejak pertandingan kontra Hull, dimana ia hanya menjadi pemain pengganti. Pertandingan terakhirnya sebagai starter adalah melawan Wigan di FA Cup pada akhir Januari dan gol terakhir yang ia cetak adalah tendangan bebas ke gawang Stoke City di Liga primer Inggris, gol yang membuatnya mematahkan rekor Sir Bobby Charlton sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa MU.

Memang tak mudah mengabaikan kenyataan bahwa Rooney adalah pemain yang krusial bagi Setan Merah secara klub. Namun, dalam level tim, ia kini sedang memperjuangkan karirnya. Dua sososk penyumbang gol bagi MU pada pertandingan kontra Blackburn masing-masing adalah pemain masa depan mereka dan pemain top saat ini. Lalu dimanakah tempat Rooney? Dengan pandangan The Special One saat ini, tak mudah untuk memilih dimana posisi terbaik sang kapten, baik di lapangan maupun dalam racikan tim secara keseluruhan.

Pada jendela transfer Januari silam, Rooney sempat dirumorkan segera angkat koper dari Old Trafford dan menuju ke Tiongkok. Namun hal itu tidak terwujud karena MU yang diperkirakan tidak ingin menjual sang punggawa. Memang, jendela transfer Tiongkok hingga saat ini masih dibuka. Tapi, jika kondisi ini tidak segera berubah, mungkin musim panas mendatang akan menjadi saat-saat terakhir bagi Rooney bersama The Red Devils.

Tentu, Rooney enggan menghabiskan 12 bulan selanjutnya hanya menjadi pemanas kursi cadangan. Lima titel Liga primer inggris dan satu Liga Champions mungkin bukanlah gelar yang semestinya dipunyai pemain pelapis. Di lain sisi, The Red Devils tentu tidak berharap menahan seorang punggawa dengan upah tahunan mencapai 16 juta poundsterling dan tidak bisa memberikan jasa banyak untuk klub. Harga untuk upah Rooney tentu akan lebih cermat bila dipakai untuk investasi dalam bidang lainnya di dalam kesebelasan.

Tapinya, Tiongkok juga bukanlah satu-satunya destinasi bagi Rooney. Menurut seorang sumber yang akrab dengan kerabat Rooney, sang pemain lebih mementingkan gaya hidup ketimbang harta jika memutuskan untuk pindah ke liga di negara baru. Tentu hal ini membuat Rooney cenderung ke arah MLS. Namun, dengan aturan MLS yang sedikit berubah dalam beberapa tahun terakhir mengenai pemain yang usianya diatas 30 tahun, maka Rooney akan kerepotan untuk bisa meyakinkan kesebelasan MLS manapun supaya mau meminangnya.

Masa depan Rooney mungkin saat ini sedang berada di periode yang sangat buram. Harus ada sesuatu yang ia korbankan jika memutuskan untuk angkat koper dari Old Trafford, entah itu gaya hidup, gaji, atau tingkat persaingan liga. Tiongkok mungkin menjadi satu-satunya tempat yang mengharapkan Rooney untuk saat ini. Namun, di musim panas mendatang, jangan heran apabila akan ada peperangan memperebutkan Wayne Rooney.