Pertamina adalah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Perlu diketahui bahwasannya pertamina mampu memproduksi sebesar 520.360 barel pada semester I 2014. Selain itu juga, Pertamina menargetkan akan menjadi perusahaan minyak dan gas bumi terbesar di Asia Tenggara. Tetapi kini posisi dirut pertamina sedang kosong dan sedang dalam pencarian pengganti dirut yang baru.

Sebelumnya dirut pertamina yang lama, Karen Agustiawan, diketahui mengundurkan dari dirut Pertamina karena keinginan untuk mengajar di Universitas Harvard. Saat ini, siapakah dirut Pertamina yang baru dan bagaimana kriteria yang diminta?

Dalam hal ini, Ketua Komisi CII DPR RI, Kardaya Warnika, telah membeberkan kriteria calon Dirut PT Pertamina (Persero) yang baru.

Seperti dilansir dari viveNews, selain memiliki keprofesionalan dalam berbisnis, kriteria yang dibeberkan oleh Kardaya mengharuskan calon dirut Pertamina harus mengerti bisnis minyak dan gas (migas).

“Pertama, dia profsional dan mengerti bisnisnya, memiliki intergritas,” kata Kardaya usai diskusi “Bola Panas BBM” di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 15 November 2014.

Dia tak mempermasalahkan calon itu harus dari internal maupun eksternal. “(Calonnya juga) harus berintergritas,” ujar dia.

Di sisi itu, Kardaya punya alasan calon dirut perusahaan pelat merah itu harus paham bisnis migas. Kalau tidak mengerti bisnis migas, bisa berbahaya. “Kalau tak mengerti, bisa kacau. Dia harus memahami Pertamina itu BUMN,” lanjut dia.

Kemudian, kata dia, perusahaan pelat merah sektor migas itu seharusnya tak membeli minyak dari dalam negeri. Sebab, perusahaan migas luar negeri pun tak pernah membeli minyak dari dalam negeri.

“Pertamina sering kali membeli minyak dari ladang dalam negeri. Itu salah besar. Petrochina–BUMN migas Tiongkok–tidak pernah membeli dari dalam negeri. Hanya perusahaan swasta yang melakukan seperti itu,” kata dia.

Sementara itu, mantan komisaris Pertamina, Roes Aryawijaya, juga mengatakan hal yang sama. Calon dirut Pertamina harus berasal dari kaum profesional. Tambahannya, dia tak terikat oleh kelompok mana pun.

“Harus profesional dan tidak ada masalah dengan politik. Dia juga harus independen dan tidak terafiliasi,” kata Roes.

Calon Dirut Pertamina juga harus tahan terhadap tekanan di sektor migas. “Kalau tidak kuat, ya, jangan harap,” kata dia.