Menjalani bisnis dengan laba hingga ratusan juta rupiah bukanlah yang mudah dan bisa dialami setiap orang. Butuh kerja keras dan pengorbanan untuk mendapatkannya. Salah satunya seperti yang dialami oleh pasangan suami istri ini, Intan Rahmatillah dan Ivan Diryana.

Intan yang terbiasa mengkonsumsi rendang sapi karya neneknya, menjadikan hal itu sebagai peluang usaha yang menjanjikan untuknya. “Asalnya saya dari Padang, dan suami dari bogor. Nenek saya suka mengolah rendang, dan rasanya itu enak banget. saya minta diajarkan membuat rendang itu dan hasilnya, saya minta suami dan teman teman saya mencicipinya. Mereka bilang enak,” ujarnya saat diwawancari pada beberapa waktu lalu.

Berkat rendang olahan neneknya, Intan dan suaminya menamai rendang buatannya itu dengan brand Rendang Nenek. Usahanya tersebut telah mereka rintis sejak 5 tahun yang lalu, dimana mereka mendapatkan banyak pesanan saat bulan Ramadhan. Selain memberi keuntungan untuk pasutri ini, usaha tersebut juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi tetangga di sekitar rumahnya.

“Untuk produksinya, kami menyiapkan bumbu, santan dan dagingnya. Ketiga bahan tersebut dimasak sampai 6 jam, sambil diaduk sesekali. Setelah pengolahan berlangsung 6 jam, rendang dibungkus menggunakan vacuum sealer agar bisa tahan lama. Setelah itu, rendang di bungkus dengan dus dan dikemas untuk dikirim,” ungkapnya.

Intan mengaku, modal yang diperlukan pada awal perintisannya di tahun 2011 sebesar Rp 1 juta. Saat itu belum ada mesin untuk proses pembuatannya. Setiap untung yang didapat, kami sisihkan sebagian untuk membeli 2 freezer, 12 kompor, dan 2 buah vacuum sealer.

Rendang Nenek yang diproduksi pasutri ini mempunyai 7 varian rasa, yakni daging, hati, limpa, paru, ayam suwir, jamur tiram, dan juga jengkol. Setiap bulannya, mereka mampu meraih omzet sebesar Rp 100 juta. Akan tetapi, jika memasuki bulan puasa, omzetnya mencapai Rp 300 juta.