yandex
Bisnis

Kampung Durian, Bisnis Kuliner Olahan Durian Yang Janjikan Peluang Menggiurkan

Di Indonesia, buah durian sudah menjadi primadona di kalangan para pelaku usaha saat ini. Tak hanya miliki rasa yang nikmat, tapinya jenis buah yang satu ini juga mampu memberikan peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu pebisnis yang sudah sukses menekuni bisnis kuliner olahan durian ini adalah Subakti, seorang pengusaha asal kota Medan.

Awalnya, Subakti berprofesi di bidang MLM dan membuka jasa service komputer. Namun akhirnya, usaha yang telah ditekuninya selama 7 tahun itu ia tinggalkan dan mulai menggeluti usaha kuliner. Saat itu, ia melihat besarnya peluang bisnis dari buah dirian yang memang sudah semakin banyak diolah sebagai bahan dasar dari produk makanan yang ada saat ini.

Pada saat itu, Subakti tinggal di Medan, tepatnya di kawasan Deli Serdang. Lantaran melihat kota kediamannya itu khas dengan produk buah durian, hal tersebut lantas menjadikan Subakti tertarik untuk menggeluti bisnis kuliner olahan buah durian.

Dengan mengusung brand Kampung Durian, Subakti menggeluti bisnis tersebut sejak awal Januari 2015 lalu. Setelah menghadirkan beberapa menu, Subakti pun memutuskan untuk memproduksi pancake durian serta durian segar yang di kemas dalam keadaan beku.

Untuk produk pancakenya, Kampung Durian menawarkan pancake yang memprioritaskan kualitas isi durian serta ketahanan produknya. Pancake yang di jual dalam usaha ini menggunakan durian Medan yang dipadukan dengan kulit pancake yang begitu lembut, sehingga menjadikan Kampung Durian memiliki banyak idola hingga ke seluruh kota di Indonesia.

bisnis-kuliner-olahan-durian

Selain pancake, produk yang diandalkan dalam Kampung Durian adalah durian segar yang dikemas dalam keadaan beku. Produk yang satu ini juga banyak diminati masyarakat untuk diolah lagi menjadi bahan makanan lainnya, seperti roti, minuman, selai sampai berbagai jenis kuliner lainnya. Tak hanya itu, Kampung Durian juga menyediakan keripik durian dan juga durian kupas.

Awalnya, bisnis kuliner olahan durian ini dikembangkan dengan cara yang sederhana, yakni menjual dari satu orang ke orang lainnya, sehingga produknya tidak hanya dikenal di daerah Medan saja, tapinya juga sampai ke beberapa kota di Sumatera.

Guna bisnis kuliner yang mengandalkan bahan utama durian ini semakin berkembang secara luas, Subakti memutuskan untuk menerapkan sistem reseller serta jaringan supplier di seluruh Indonesia. Memang, keputusannya untuk membuka sistem reseller ini adalah hal yang tepat bagi perkembangan usahanya. Hal ini dibuktikan dengan dimilikinya 70 reseller yang tergabung dengan Kampung Durian. Sejumlah reseller tersebut tersebar di seluruh kawasan di Tanah Air.

Meskipun bisnis kuliner olahan durian ini sudah terbilang sukses, namun nyatanya Subakti tidak terluputkan dari tantangan dan hambatan bisnis. Bagi Subakti, tantangan besar yang dialaminya dalam menggeluti bisnis ini adalah persediaan buah durian itu sendiri.

Pasalnya, buah durian merupakan salah satu jenis buah musiman yang tidak bisa didapatkan setiap harinya, sehingga tidak dapat menjamin ketersediaannya. Agar masalah tersebut teratasi, akhirnya Subakti memutuskan untuk selalu melakukan proses stok supaya bahan baku pembuatan produknya selalu tersedia. Tak hanya itu, terkadang Subakti pun terkendala dengan harga durian di pasaran yang fluktuatif.

Dalam menggeluti bisnis kuliner olahan durian ini, Subakti mempekerjakan 9 orang karyawan. Setiap harinya, Kampung Durian mampu memproduksi sekitar 200 box pancake durian yang siap didistribusikan ke seluruh peloksok Indonesia. Dari produksi tersebut, Subakti mampu meraup omzet yang besarnya mencapai Rp 300 juta setiap bulannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button