Kalbe Farma Periksa Produk Obat Injeksi di 6 Pabrik

Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sedang melakukan pemeriksaan ulang semua produk obat injeksi yang di produksi di lini enam pabrik Kalbe, Cikarang. Produk itu berada di distributor maupun yang sudah beredar di pasaran.

Presiden Direktur Kalbe Farma, Irawati Setiady, menjelaskan, sehubungan dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh BPOM pada 3-6 Maret 2015, BPOM mendapatkan adanya ketidaksesuaian dari ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Selanjutnya perseroan diminta agar melakukan upaya untuk menghilangkan potensi risiko dari semua produk injeksi yang diproduksi di lini enam pabrik Kalbe Cikarang yang sudah beredar.

“Kita menerima keputusan BPOM dan akan melakukan perbaikan-perbaikan yang disarankan oleh BPOM,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Ira menjelaskan, perseroan menyadari adanya potensi risiko dari semua produk injeksi tersebut. Perseroan juga akan menarik serta melakukan pemeriksaan ulang ke semua produk obat injeksi untuk memastikan tidak ada lagi potensi risiko.

“Penarikan dan pemeriksaan ulang ini dilakukan bukan berdasarkan adanya keluhan pelanggan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Vidjongtius, menambahkan, produk-produk tersebut sebenarnya tidak dijual bebas di pasaran dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter di rumah sakit, klinik dan apotek tertentu. Perseroan telah menghentikan kegiatan produksi semua obat injeksi di lini 6 sejak 17 Februari 2015 dan mengembalikan izin edar Buvanest Spinal kepada BPOM.

“Kalbe telah melakukan pemeriksaan menyeluruh bersama BPOM terhadap produk dan proses produksi obat injeksi. Dari pemeriksaan menyeluruh tersebut dapat diketahui bahwa Kalbe perlu melakukan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) walaupun sejauh ini tidak diketemukan bukti adanya penyimpangan dari produk Buvanest Spinal yang telah ditarik,” tutup Vidjongtius.

AHL

Sumber : metrotvnews.com