Playmaker Manchester United, Juan Mata, menyatakan bahwa ia menyadari kehidupan seorang pesepak bola sangat tidak normal jika dibandingkan dengan profesi lainnya kebanyakan. Mata mengakui bahwa mereka tidak menerima gaji dengan rataan yang normal dan juga kerap mendapatkan kemudahan dalam hidup.

Mata mengungkapkan hal ini ketika tampil di sebuah acara televisi Spanyol, pada hari Minggu lalu. “Di level tertinggi, sepak bola mendapatkan banyak sekali pemasukan. Kami seperti tinggal di gelembung kami sendiri,” kata Mata. “Tanpa mengurangi rasa hormat kepada masyarakat, kami mendapatkan banyak sekali uang. Ini tak terbayangkan”.
Jika dianalogikan dengan pihak-pihak di dunia sepak bola lainnya, saya menerima gaji yang normal. Tapi jika dibandingkan dengan 99.9 persen masyarakat Spanyol dan dunia, saya mendapatkan jumlah yang gila.

Bintang yang baru menginjak usia 27 tahun itu juga menyatakan bahwa kadang-kadang dirinya takut jika memikirkan betapa para pesepak bola sangat terlindungi dalam hidup. Seseorang akan menyelesaikan masalah paling kecil sekali pun. Itu salah satu aspek yang tidak terdapat dalam kehidupan normal.

Mata kemudian bertutur kalo dirinya tak meminati perkembangan bisnis sepak bola seperti ini, meski membuatnya mendapatkan banyak uang. Pemain tim nasional Spanyol itu juga mengaku dengan senang hati memotong gajinya jika faktor bisnis di dunia sepak bola bisa berkurang. Sisi bisnis sepak bola membuat para pemilik klub lebih penting ketimbang dengan para suporter. Ini bukan sepak bola yang lama.