Berita terbaru Manchester City kali ini datang dari Joe Hart, salah satu pemain andalan The Citizens yang dikabarkan tidak terpakai lagi jasanya di skuad asuhan Pep Guardiola itu. Bernarkah demikian ?

Sejatinya, Joe Hart punya andil besar dalam kesuksesan yang dicapai Manchester City sejauh ini, sebut saja, dua gelar Piala Liga, dua gelar Premier League, dan satu kali menjawarai Piala FA. Dengan sejumlah prestasi tersebut, kiper berusia 29 tahun itu menjadi pemain yang punya banyak jasa dan pemain yang paling berprestasi yang pernah dimiliki City sejauh ini.

Tidak hanya itu, di penghelatan Liga Champions, Hart bermain dengan performa yang sangat mengesankan saat berlaga melawan Borussia Dortmund dan Barcelona. Penampilannya saat itu sukses menghindarkan Manchester City dari serangan-serangan kedua klub tersebut. Berkatnya, banyak media-media di Inggris yang menyanjung kemampuannya itu dan memberikannya sebutan ‘bukan manusia’.

Namun saat ini, nasibnya bersama Manchester City menjadi tak menentu usai terjadi pergantian pelatih baru. Pep Guardiola kini tengah membutuhkan sosok kiper yang tidak hanya punya kemampuan hebat dalam menghalau bola, ia juga butuh kiper yang piawai dalam mendistribusikan bola untuk merealisasikan strateginya dalam membangun serangan. Karena hal itulah, sejak laga pertama Premier League, kiper kelahiran 19 April 1987 itu hanya duduk sebagai penonton dan menyaksikan posisinya yang digantikan oleh Willy Caballero.

Baru-baru ini, Pe Guardiola kembali menegaskan jika saat ini dirinya memang sedang membutuhkan sosok kiper yang mampu mendistribusikan bola dengan baik. Pep menilai jika Willy Caballero punya kemampuan yang lebih baik jika dibandingkan dengan Joe Hart.

“Saya sudah berpengalaman dengan pemain seperti itu. Saya selalu menekankan kepada para pemain betapa pentingnya punya kemampuan seperti itu. Namun ini merupakan bagian dari sebuah proses, sehingga kami membutuhkan waktu yang cukup untuk menjadikan kiper kami punya kualitas yang lebih baik lagi,” tutur juru taktik Manchester City FC, Pep Guardiola.

Berdasarkan data yang ada, musim lalu, keakuratan passing yang dimiliki Joe Hart di Premier League mencapai 52.6% sedangkan pada dua musim sebelumnya adalah 47,7% dan 54,5%. Sementara Claudio Bravo yang saat ini dikabarkan bakal diboyong Manchester City punya akurasi mengumpan sebesar 84% dan 80% dalam dua musim berturut-turut.

“Ini adalah masalah teknik permainan, dimana setiap pemain harus memberikan umpan dengan baik agar dapat diterima oleh pemain depan dengan lebih baik. Penguasaan bola dilakukan tidak hanya semata untuk menguasai bola saja, melainkan untuk menciptakan banyak peluang dan celah kebobolan yang sedikit,” pungkasnya.

Selain dinilai memiliki kemampuan mengumpan yang kurang baik, Joe Hart juga diklaim tidak mampu memenuhi standarnya Pep Guardiola dalam penghelatan Piala Eropa 2016 lalu. Hart dianggap sudah melakukan dua kesalahan saat gagal mencegah sepakan Kolbeinn Sigthorsson dan Gareth Bale, ketika berlaga melawan Islandia dan Wales.

Bahkan, Peter Shilton, seorang kiper legendaris Inggris berpendapat jika Joe Hart tidak punya kemampuan sebagus yang dipikirkan banyak orang. Shilton menilai Hart masih sering melakukan berbagai kesalahan dalam pertandingan.

“Saya selalu mengatakan jika Joe Hart tidak sebagus apa yang dipikirkan banyak orang. Hart adalah kiper yang bagus, namun ia sering membuat kesalahan seperti halnya saat ia membela Inggris. Saat ini, Hart sedang diperhadapkan di sebuah kompetisi dan menurut saya dia tidak akan terpilih sebagai kiper utama,” beber Shilton.