Sang juru taktik skuat Leicester City, Claudio Ranieri, merasa yakin cuma dengan menjuarai gelar musim ini timnya akan diingat sampai 30 atau 40 tahun ke depan. Lantarannya, dia berkepingin pasukannya tetap berfokus hingga laga pamungkas.

Menyongsong pertandingan melawan West Ham United, pada hari Minggu nanti waktu setempat, di Stadium King Power, Leicester masih kokoh di puncak klasemen sementara. Mereka mengumpulkan total 72 poin, unggul tujuh angka atas pesaing terdekat, Tottenham Hotspur.

Dengan sisa lima laga pada musim ini, Leicester harus memenuhi ketentuan berikut agar bisa menutup gelar juara Premier League. Tapinya Jamie Vardy dkk harus meraih tiga kemenangan lagi sehingga posisinya tak bisa digeser oleh tim mana pun.

“Kami belum menjuarai apapun. Tapinya kami harus berjuang karena kami belum mendapatkan pencapaian apapun,” imbuh Ranieri.

“Jikalau nantinya Anda tidak di Leicester tapinya mungkin di Chelsea atau Manchester United dengan keunggulan tujuh poin dari pesaing, Anda mungkin akan mengatakan persaingan sudah selesai. Anda tidak berpikir seperti itu sekarang. Mengapa? Karena kami Leicester,” ujar manajer asal Italia ini.

Apa yang sudah dilakukan Leicester sejauh ini sudah terbilang spektakuler. Tapinya, Ranieri perlu memastikan anak asuhnya terus kerja keras agar perjalanan hebat musim ini tidak menjadi anti-klimaks.

“Kami sudah membikin sejarah bagus. Tapinya, tuk membuat sesuatu yang akan dikenang selama 30 atau 40 tahun, kami harus menang,” imbuh dia.