Pasar automotif di Indonesia memang masih belum terasah, efeknya berimbas pada penjualan yang dilakukan para Agen Pemegang Merek. Seperti salah satunya yang dialami PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dimana hingga Mei 2016 hasilnya masi belum memuaskan.

Harus diketahui di beberapa segmen terjadi pengurangan “market share”. Salah satu pemicu turunnya penjualan dan market share karena ditutupnya penambangan pasir khususnya yang liar. Hal ini salah satu yang menyebabkan penjualan truk Isuzu, khususnya truk 6 ban ini melambat.

“Saat ini kami diharuskan mengubah strategi, yakni sekarang kita membidik sektor logistik,” ucap Djulimin, Sales Division Head IAMI, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Djulimin melanjutkan, jumlah pemasaran “Isuzu” hingga lima bulan terakhir (Mei) mencapai 6.750 unit. Pada segmen light truck terjual 4.100 unit, kemudian GIGA (medium truck) 600 unit.

Jikalau diamati memang pangsa pasar light truck (year to date, Januari-Mei 2016) ada di posisi 19%, mengalami kenaikan 2% dari tahun lalu pada periode yang sama. Sementara medium truk YTD 2016, posisi market share di 11%, atau turun 7% dari tahun lalu.

Sedangkan untuk light commercial vehicle (LCV), Panther pick-up terjual (Januari-Mei 2016) 619 unit, minibus 580 unit, dan D-Max 773 unit. Market share pikap juga turun dari 7,6% di 2015 ke 5,4%. Lalu Panther ada di posisi 2,1%. Berbeda dari yang lain, D-MAX signifikan naik dari 4,9% dalam lima bulan pertama 2015, menjadi 17,3% di 2016.

“Market Isuzu sedikit menyusut, tapinya kami percaya bisa meraup target awal kami sebesar 24.300 unit,” jawab Keiji Takeda, Presiden Direktur IAMI.

Malahan walaupun pemasaran Isuzu menyusut, ia enggak mau merevisi target awalnya. Ia akan melihat pergerakan pasar setelah Lebaran hingga akhir tahun nanti. Alasannya sektor logistik dan pembangunan infrastruktur masih menjanjikan untuk meraih penjualan.