Inilah Pengakuan Mantan Pramugrari Saat di Dunia Penerbangan

DUAKALI.COM, Memiliki gaji yang terbilang menggiuarkan dan bisa berkeliling dunia secara gratis siapa yang tidak mau? Terkadang orang berpikir bahwa menjadi seorang pilot atau pramugrari itu adalah hal yang menyenangkan, tetapi beda dengan pengakuan dari salah satu mantan pramugrari bernama Hillary yang memilih resign dari dunia penerbangan ini. Dia memilih resign dan meninggalkan dunia penerbangan. Lantas apa alasannya dia keluar dari gaji yang besar itu?

Saat menjadi Pramugrari Hillary memiliki gaji sebesar Rp 32.670.000 dan bisa belipat lagi jika musim liburan. Gaji ini tentu saja menggiurkan semua wanita untuk terjun ke profesi tersebut. Namun hal itu tak membuatnya senang, bahkan merasa tertekan dengan profesi yang dia jalani selama ini. Hingga akhirnya Hillary memutuskan untuk resign dan mengungkap alasan dia mundur di jejaring sosial.

Dalam penuturannya seperti dilansir dari news.co.au, Hilary mendapat pengalaman yang tidak mengenakkan seperti dilecehkan penumpang, gaya hidup hedon serta godaan mesum dari rekan kerja hingga pilot yang membuatnya merasa tertekan. Pesta dan alkohol selalu menjadi godaannya setiap hari yang membuat dia menjaga jarak sekaligus ketakutan.

Dia menambahkan bahwa lembur yang berlebihan membuatnya tidak bisa berlibur atau menghela nafas sejenak. Dia merasa pekerjaan ini sangat menguras hati dan emosi sehingga tidak nyaman untuk dilanjutkan hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan keluar dari maskapai penerbangannya.

Dilema menghantui Hillary antara untuk terus bertahan atau melepaskan pekerjaanya. Hingga akhirnya jatuh kepada pilihan untuk resign dan berhenti dari dunia pramugari dan penerbangan selamanya. Merasa bahwa keputusan ini sangatlah benar, setelah lepas dari pekerjaanya, dia menjadi lebih bahagia dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya pekerjaan pramugari bukanlah suatu hal yang indah seperti dibayangkan oleh orang-orang di mana bebas bepergian ke negara lain. Dia merasakan beban untuk melayani orang, menghadapi berbagai orang dengan wataknya yang berbeda-beda serta beban akan keselamatan nyawa jika terjadi sesuatu. Hilary mengaku belum siap akan hal itu bahkan dia pernah menangis karena begitu tertekannya.

Kini Hillary telah terbebas dari rutinitas yang sempat menjadi mimpi buruknya. Dia merasa lega tak terbebani lagi dengan berbagai jobdesk serta kehidupan malam yang terpaksa dijalaninya. Berbagai komentar pun muncul memberikan dukungan tapi tak sedikit orang menilai bahwa Hilary lemah dan manja karena menyerah dalam kehidupannya. Namun bagi Hillary, ini adalah pilihan dalam mengeksekusi jalan hidupnya.