Kebab merupakan salah satu jenis makanan khas Timur Tengah yang saat ini tengah digemari oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Bahkan, peluang usaha kebab ini semakin menjanjikan dan sudah semakin menjamur di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan produk kebab bermerek Kebab Turki Baba Rafi yang saat ini sudah berkembang sangat pesat di Indonesia. Bisnis kebab yang sudah popular ini dirintis oleh Hendy Setiono yang saat ini telah memiliki lebih dari 1.200 outlet di Tanah Air.

Usaha Kebab Turki Baba Rafi ini tercetus ketika Hendy mengunjungi negeri Qatar untuk bertemu dengan ayahnya yang saat itu memang bekerja di salah satu perusahaan minyak di Qatar. Selama berada disana, Hendy diajak sang ayah untuk berkuliner dan langsung jatuh hati dengan makanan bernama kebab.

Memang pada saat itu, makanan kebab belum banyak dijumpai di Indonesia. Sepulangnya Hendy ke Indonesia, Hendy memutuskan untuk tidak meneruskan masa pendidikannya di Institut Teknik Surabaya (ITS). Meskipun keputusan tersebut sempat ditentang oleh kedua orang tuanya, namun Hendy tetap nekad dengan keputusannya itu.

Dengan mengandalkan modal hanya Rp 4 juta, Hendy pun membulatkan tekadnya untuk mulai menggeluti bisnis kebab tersebut. Bersama sang istri dan rekannya, Hasan Baraja, Hendy memulai usahanya tersebut dengan mengandalkan gerobak di kawasan Ngndem Semolo, Surabaya, Jawa Timur.

Di awal usahanya itu, mereka pun mulai menemukan berbagai cobaan, mulai dari kondisi gerobaknya yang tidak layak pakai hingga bunga kredit bank yang pada saat itu naik mencapai 18 persen. Meski demikian, hal itupun tidak menjadikan Hendy patah semangat dan menyerah. Hendy memiliki kunci sukses yang diandalkannya dalam menjalani bisnis kebab ini, yakni LETAM, kepanjangan dari Lihat, Evaluasi Peluang, Tiru, Amati, dan Modifikasi yang sudah dipilih.

Agar rasa dari kebabnya disukai dan pas dengan lidah orang Indonesia, Hendy memodifikasinya dengan bahan-bahan khas dari dalam negeri. Di negara asalnya kebab memiliki aroma lada dan cengkeh terlalu menyengat dan ukurannya pun terlalu besar. Berkat gagasan dan inovasi yang diterapkannya dalam usahanya ini, lambat laun produk kebabnya mulai diterima di kalangan masyarakat.

bisnis-kebab

Pada tahun 2005, Hendy pun mulai mengembangkan bisnis kebabnya dengan menerapkan sistem franchise dengan mengusung merek Kebab Turki Baba Rafi. Ketika itu, Hendy baru memiliki 29 outlet dan di tahun yang sama, ia memindahkan kantor pusatnya yang sebelumnya ada di Surabaya ke Fatmawati, Jakarta Selatan. Di kantor pusat tersebut, Hendy melakukan suplai bahan baku produk kebab miliknya ke sejumlah outletnya di seluruh wilayah di Tanah Air.

Untuk kedepannya, Hendy berharap bisnis Kebab Turki Baba Rafi bisa dihadirkan ke sejumlah negara di dunia. Sejauh ini, Kebab Turki Baba Rafi telah dihadirkan di 9 negara seperti Singapura, Brunei Darussalam, Cina, Bangladesh, Belanda, Sri Lanka, Filipina, dan Malaysia.

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan bisnis secara online, menjadikan Hendy tertarik untuk memperkenalkan produk kebabnya secara luas menggunakan sistem online. Hendy pun memberikan kemudahan kepada para konsumennya untuk memesan langsung produk kebabnya melalui toko-toko online seperti Lazada, Topedia, maupun Bukalapak. Dengan cara tersebut, konsumennya tidak perlu repot-repot untuk mengunjungi outlet kebabnya.

Dalam bisnis kebabnya itu, saat ini Hendy menargetkan untuk membuka gerai Kebab Turki Baba Rafi sebanyak 3.000 outlet di seluruh Indonesia. “Sejak awal, bisnis kebab ini tergolong sebagai bisnis UKM, namun sekarang saya bersyukur karena usaha kecil ini sudah menghasilkan miliaran rupiah,” jelas Hendy.