Bagi anda para pecinta keripik pedas, pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama ‘Keripik Maicih’. Namun apakah kita mengetahui asal muasal dari bisnis keripik yang satu ini? Ya, usaha ini dirintis oleh seorang pemuda bernama Reza Nurhilman, dari Bandung.

Salah satu modal keberhasilannya menggeluti usaha keripik Maicih ini adalah keinginan untuk belajar dan mau mengembangkannya. Berkat kedua hal itu, kini produk keripik yang dihasilkan Reza berhasil dikenal di kalangan masyarakat luas di Tanah Air.

Setelah lulus SMA sejak tahun 2005, Reza tak langsung melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia mengambil keputusan untuk mengumpulkan uang terlebih dulu sebagai modal kuliahnya, yakni dengan menjual beragam jenis alat-alat elektronik sampai pupuk. Usaha ini pun ia lakukan dalam waktu yang cukup panjang, yakni selama 4 tahun.

Awal keberhasilan Reza dalam menggeluti bisnis keripik Maicih ini diawalnya saat ia diajak oleh seorang rekannya untuk berkunjung ke sebuah daerah di Cimahi untuk mencicipi keripik lada pedas yang dibuat oleh seorang nenek. Reza mengakui jika keripik tersebut rasanya sangat enak, tapi sayang keripik ini tidak dipasarkan secara komersial dan hanya membuatnya saat-saat momen tertentu saja.

Mencicipi rasa keripik buatan sang nenek yang enak dan gurih, Reza pun mencoba untuk menanyakan resep dari keripik tersebut, dan secara mengejutkan nenek itu memberikan izin kepada Reza untuk menggunakan resep yang sama untuk merintis sebuah bisnis.

keripik-maicih

Hanya dengan bermodalkan uang sebesar Rp 15 juta, Reza pun mulai memproduksi keripik pedasnya dengan mengusung merek ‘Keripik Maicih’. Awalnya, Reza hanya memproduksi sebanyak 50 bungkus setiap harinya dengan menawarkan keripik dengan tingkat kepedasan yang terbagi dalam 5 level.

Perlahan tapi pasti, bisnis keripik Maicih ini kemudian mulai dikenal oleh masyarakat dan dijalan sebagai camilan yang enak dan gurih. Alhasil, Reza pun menambahkan tingkat kepedasannya menjadi 10 level dengan memproduksi 2.000 bungkus setiap harinya. Menariknya, Reza mampu mendapatkan omzet yang besarnya mencapai Rp 900 juta setiap bulannya dengan perkiraan per harinya sebesar Rp 30 juta.

Ketenaran keripik pedas ini pun tidak terluput dari strategi pemasaran yang dijalani oleh Reza. Dalam memasarkan produknya, Reza memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Menariknya, dalam menjual keripik Maicih, Reza tidak membuka toko layaknya penjual makanan dan minuman lainnya. Ia hanya menggunakan media sosial dan dibantu oleh resellernya untuk menjajakan produk keripiknya.

Salah satu keunikan yang dimiliki Keripik Maicih juga tergambar dari jargon khusus saat mengadakan komunikasi lewat media sosial. Konsumen dari usaha keripik pedas ini akan mendapatkan julukan ‘Emak’ dan ‘Cucu’ bagi pelanggannya. Tidak hanya itu, Reza juga menyebut para agen penjual keripiknya dengan sebutan ‘Jenderal’, ‘Republik Maicih’ untuk manajemen usahanya, ‘Ichiers’ untuk penggemar, dan ‘tericih-icih’ untuk mendeskripsikan ketagihan terhadap rasa pedasnya.

Tak hanya disibukkan dengan bisnis keripik Maicih, saat ini Reza juga sedang sibuk memberikan pelatihan kepada anak-anak muda untuk menjadi jutawan. Hal itu serius dijalaninya dengan mendirikan AXlent Academy untuk membantu para pengusaha muda untuk menjalankan bisnis.

Reza juga menulis sebuah buku berjudul ‘Revolusi Pedas’ dan majalah berjudul ‘Ichiers Magazine’ yang telah dipublikasikan pada 29 Juni 2012 lalu oleh Blitz Megaplex Grand Indonesia di Jakarta. Selain mau belajar dan mengembangkan ilmu yang telah didapatkannya, Reza juga mengandalkan tiga kunci sukses dalam menggeluti bisnisnya, yaitu sinergi, loyalitas, dan juga totalitas.