Sejatinya, diet yang seimbang sangatlah krusial untuk kesehatan. Kendati tak banyak hanya memahami jika kebutuhan gizi seimbang harus disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin mereka. Di masa-masa tertentu, memang diet perlu diseimbangkan, contohnya pada usia remaja dan ibu menyusui yang kebutuhan gizinya akan berbeda.

Salah satu hal tervital yang harus anda ketahui adalah bahwa variasi di dalam diet mampu memastikan campuran yang baik dari nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. kebutuhan gizi juga berbeda-beda dari setiap orang dan akan mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia.
Untuk wanita di masa premenopause, setiap harinya harus terpenuhi asupan kalsium sebanyak 1.000 mg. Bahkan sejumlah peneliti merekomendasikan setiap wanita menopause untuk mengasup makanan berkalsium yang setiap harinya harus terpenuhi sebanyak 1.500 mg.

Oleh sebab itu, bagi anda yang telah memasuki usia menopause, setiap harinya membutuhkan makanan yang berkalsium tinggi, seperti keju, susu, yoghurt, sarden, salmon, sayuran hijau, tiram, dan lain sebagainya. Selain itu, mengasup makanan yang kaya akan kandungan vitamin D juga sangat krusial untuk membantu proses penyerapan kalsium serta pembentukan tulang.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa wanita yang mengalami osteoporosis di usia menopause yang mengasup makanan bervitamin D selama 3 tahun akan meminimalisir terjadinya patah tulang bagian belakang. Sesuaikan juga kebutuhan vitamin D di dalam tubuh anda, karena apabila terlalu berlebihan, maka akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperti sembelit, sakit perut, dan juga batu ginjal.

Di usia menopause pada wanita, anda juga perlu mengasup makanan yang rendah lemak. Pasalnya, lemak mengandung lebih banyak kalori, yakni sekitar 9 kalori per gram. Pada usia tersebut, asupan lemak harus dikurangi sekitar 30 persennya.

Anda dianjurkan untuk lebih banyak mengasup buah-buahan, sayuran, serta sereal gandum yang kaya akan vitamin C dan karotennya. Anda bisa mengkonsumsi jenis buah dan sayuran seperti jeruk, wortel, brokoli, bayam, tomat, kembang kol, dan jenis sayuran hijau lainnya.

Dengan mengasup makanan tersebut, maka tubuh akan mendapatkan asupan vitamin dan serat yang mampu memelihara kesehatan pencernaan dan meminimalisir resiko kanker usus besar. Wanita menopause juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan berserat sebanyak 30 gram setiap harinya.

Upayakan juga untuk tidak mengasup makanan yang kandungan garamnya tinggi, utamanya yang dimiliki pada fast food, seperti sosis, hot dog, burger, dan lain sebagainya. Jenis makanan yang satu ini dapat berimbas buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah memperbesar resiko hipertensi.

Selain itu, wanita menopause juga harus mengurangi bahkan menghindari untuk mengasup makanan dan minuman yang kandungan gulanya tinggi. Pasalnya, gula mengandung kalori buruk yang mampu meningkatkan berat badan anda.

Untuk memelihara kesehatan di usia wanita menopause, diperlukan pula tambahan suplemen. Anda bisa mengkonsultasikannya lebih dulu kepada dokter terkait suplemen yang tepat untuk tubuh anda. Hal ini sangatlah penting, karena mengasup suplemen tanpa adanya pengawasan dari tim medis bisa membahayakn karena dosisnya yang tinggi mempunyai efek samping yang buruk bagi tubuh.

Perlu anda ketahui, mengasup suplemen vitamin A dan D dalam dosis yang besar akan sangat membahayakan tubuh. Seiring dengan semakin bertambahnya usia, tubuh memerlukan energi yang lebih sedikit lantaran adanya penurunan aktivitas yang dilakukan setiap harinya.

Kenaikan berat badan juga kerap dialami pada wanita menopause yang salah satunya disebabkan oleh menurunnya hormon estrogen di dalam tubuh setiap wanita. Untuk itu, selain perlu mengasup makanan sehat, lakukan juga olahraga secara rutin dan teratur. Misalnya dengan berjalan kaki di pagi hari atau jenis olahraga ringan lainnya.