Jikalau mendengar kata kecelakaan bisa sangat mencengangkan dan menyedihkan, terutama bila ini terjadi pada orang terdekat atau kita kenal. Tapi kecelakaan sendiri bisa beragam bentuk dan derajatnya. Lalu apa saja faktor-faktor yang menyebabkan pasien trauma atau kecelakaan tidak dapat tertolong?

Para ahli meneliti perihal ini ada lima faktor yang terganggu akibat trauma atau kecelakaan bisa mengancam nyawa. Lima faktor tersebut dirumuskan dalam lima hal, yang disebut ABCDE, kata dr Roys Pangayoman, SpB, FinaCS dari Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan.

“A itu airway, jalan napas. B tuk breathing atau gangguan napas. C atau circulation, yakni masalah di sirkulaso darah. D disability atau kegagalan fungsi organ akibat fungsi saraf. Dan E adalah exposure seperti paparan udara dingin yang bisa sebabkan hiportemia,” tuturnya dalam seminar media Rumah Sakit Trauma Center di Siloam Hospitals TB Simatupang, Cilandak, Jakarta.

Tuk penanganan pasien oleh pihak medis pun ialah salah satu faktor di dalam menyelamatkan nyawa korban atau pasien trauma. Untuk itu, menurut dr Roys, dokter yang bekerja di unit gawat darurat harus memiliki perhatian dan kemampuan untuk menentukan pasien mana yang perlu diprioritaskan dengan FACT.

“F for trauma patient being a paranoid doctor is better, jadinya dokter mesti memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa dihadapi pasien. A, a quite patient worse than noisy one, pasien trauma yang sulit bicara harus lebih dikhawatirkan. Juga C untuk children and elders usually have silent symptom, anak-anak dan orangtua cenderung sulit menjelaskan keluhan. Pada akhirnya penting bagi dokter untuk T, yaitu to act before ask atau segera bertindak dengan bijak sebelum banyak bertanya agar kondisi pasien cepat ditangani dan nyawanya terselamatkan” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.