Terpilihnya Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Periklanan baru dalam masa pemerintahan Jokowi tentunya menjadi perbincangan sendiri oleh publik. Siapakah sesosok wanita yang menduduki posisi sebagai Menteri KelPer di Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Susi adalah pengusaha sukses yang dipilih Joko Widodo untuk menjadi menteri Kelautan dan Periklanan. Dia merupakan Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, perjalanan bisnisnya dimulau dari bawah sebagai pengepul ikan di Pangandaran, Jawa Barat. Hebatnya lagi, perempuan 49 tahun itu bukan seorang sarjana, Susi hanya mengantongi ijazah sekolah menengah pertama (SMP) karena memutuskan keluar dari sekolah formal ketika ia mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah atas.

Pada 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Saat ini, pabrik milik Susi tersebut menjadi pionir penghasil lobster nomor satu dengan brand Susi Brand. Pada tahun 2004, Susi membeli pesawat Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar untuk pengiriman lobster dan ikan segar ke Jepang dan Amerika.

Pesawat pribadi Susi tersebut juga digunakan untuk membantu korban tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Cessna Susi adalah pesawat pertama yang menjangkau daerah terdampak bencana untuk mendisitribusikan bantuan logistik kepada para korban yang berada di daerah isolasi.

Bisnis Susi semakin berkembang, puncaknya, ia mendirikan maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation, operator penerbangan Susi Air. Saat ini maskapai tersebut memiliki 50 50 unit pesawat dari berbagai jenis. Di antaranya Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan, Susi Air melayani penerbangan untuk daerah luar Jawa. Tidak hanya itu, Susi juga membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Atas keberhasilan dan pencapaianya sebagai pengusaha tersebut, Susi mendapat banyak penghargaan, antara lain, Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat pada 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (2005), serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia (2006). Dia juga menerima Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2009.