Sebuah lembaga di Amerika Serikat, yakni Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan (FDA) memandatkan kepada sejumlah instansi makanan maupun restoran untuk meminimalkan takaran garam dalam setiap makanan yang nantinya akan diasup konsumen. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan konsumen di Amerika dalam mengkonsumsi makanan yang mereka buat.

Perlu anda ketahui, mengurangi takaran sodium ke dalam makanan yang nantinya akan diasup mampu membantu menekan resiko darah tinggi, yang saat ini sudah menelan korban sebanyak 1.000 jiwa setiap harinya di Amerika Serikat. Akan tetapi, kebiijakan yang diterapkan ini sifatnya masih sukarela saja.

Sejauh ini, sudah banyak peneliti yang melakukan studi untuk membuktikan bahwa mengasup makanan yang kaya akan kandungan garamnya lebih beresiko memicu hipertensi. Penyakit hipertensi juga mampu menyebabkan timbulnya penyakit stroke dan juga jantung.

Sejumlah peneliti menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mengasup garam kurang dari 2.300 miligram setiap harinya. Sebuah data menyebutkan bahwa setiap harinya, rata-rata masyarakat di Amerika Serikat mengasup 3.400 miligram sodium.

Meski demikian, sedikit diantara mereka yang menambahkan makanan yang diolahnya dengan garam. Pasalnya, kadar sodium yang berlebihan juga dapat ditemukan saat kita mengasup produk olahan yang sudah siap saji di luar.

Sementara itu, Dr. Thomas Frieden, selaku pakar kesehatan umum Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap masyarakat dianjurkan untuk mengasup makanan yang tinggi akan kandungan garamnya. Menurutnya, sebaiknya kita mengurangi 12 persen garam karena mampu mencegah ataupun menekan risiko hipertensi yang berimbas pada stroke dan serangan jantung.