70 / 100 SEO Score
Memperingati hari pangan sedunia
Memperingati hari pangan sedunia

Pertanian menjadi sektor utama kebutuhan pangan global dengan berkontribusi hampir di presentase 80%. 30% penduduk dunia memilih untuk bertani sebagai mata pencaharian utama mereka. Namun, ironisnya mereka selalu menjadi yang paling kelaparan.

Di negara berkembang, seperti di Indonesia, kehidupan para petani jauh dari kata makmur. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka masih sangat kekurangan, terlebih untuk membeli pupuk dan benih, mereka juga merasa kesusahan. Hidup dalam kemiskinan dan kelaparan adalah potret buruk betapa kurangnya perhatian dari sektor pemerintahan.

Sulitnya pasokan pupuk, membuat rata-rata harga pupuk menjadi amat sangat tinggi. Dengan daya beli hasil pertanian mereka yang masih terbilang rendah, hal ini tentu saja sangat menyulitkan bagi para petani. Bukan hanya di Indonesia, tapi kejadian seperti ini hampir terjadi di seluruh negera berkembang lainnya.

Di sisi lain, kemiskinan dan kelaparan tidak hanya terjadi di negara berkembang. Pada 2018, PBB mencatat sebanyak 37 juta penduduk Amerika Serikat tidak mampu membeli makanan dan harus dibantu pemerintah.

Sementara itu, jumlah sampah makanan pun semakin bertambah. Padahal dengan hanya mengurangi 25% sampah makanan, ada sekitar 870 juta orang yang bisa diberi makan.

Penggalakan Gerakan Zero Hunger di Hari Pangan Sedunia

PBB bertekad mengurangi angka kelaparan dengan menetapkan program ‘Zero Hunger’ pada 2030.

Zero Hunger adalah kelanjutan dari agenda SDGs (Sustainable Development Goals) yang dicanangkan PBB dalam pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.

Rapat agenda Zero Hunger
Rapat agenda Zero Hunger

Dengan agenda tersebut diharapkan PBB bisa mencapai ketahanan pangan global.

Namun, banyak pakar menilai itu sulit dilakukan karena angka kelaparan yang terus meningkat selama tiga tahun terakhir.

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober oleh 150 negara di dunia guna meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.