yandex
Bisnis

Gurihnya Peluang Bisnis Keripik Buah Fruchips

Memiliki usaha sendiri memang menjadi keinginan banyak orang. Apalagi bagi mereka yang tidak mendapatkan kepuasan bekerja ketika menjadi seorang karyawan. Hal ini dialami oleh Chandra Suhandi dan Lius Kasdianto yang memutuskan untuk menggeluti bisnis keripik buah dengan mengusung brand Fruchips.

Ketika bekerja di sebuah kontraktor, kedua pemuda ini merasa penghasilan yang didapat tidaklah sebanding dengan pekerjaannya. Inilah yang mendasari Chandra dan Lius untuk menggeluti usaha keripik bahkan sampai saat ini mereka sukses menembus pasar ekspor.

Ide bisnis keripik ini didapat ketika Lius mendapat oleh-oleh keripik buah yang dikirim dari Thailand pada 2011 lalu. Sejak saat itu, mereka berpikiran jika keripik buah ini adalah camilan sehat yang dapat dikreasikan sebagai bisnis healty snack. Apalagi pada saat ini, usaha keripik buah sedang begitu popular di kalangan masyarakat. Hal inilah yang membuat keputusan mereka untuk menekuni bisnis ini semakin bulat.

Sebelum memulai usaha, Chandra dan Lius melakukan beragam riset untuk proses produksi keripik buahnya itu. Mereka mengawalinya dengan membeli mesin keripik buah yang berbanderol Rp 11 juta dari Surabaya untuk dipakai di Bogor. Setelah itu, kemudian mereka melakukan banyak percobaan untuk memperoleh resep yang pas. Alhasil, di akhir tahun 2012, mereka pun berhasil mendapatkan resep yang paten.

Seusai mematenkan resepnya, keripik buah Fruchips pun mulai dibuat. Mulanya, keripik tersebut dipasarkan di kalangan menengah saja, dengan memanfaatkan pemasaran lewat online yang diklaim mampu menghemat biaya promosinya. Sementara untuk pemasaran offlinenya, Chandra dan Lius aktif mengikuti bazar dan pameran untuk mempublikasikan produk keripik yang dibuatnya.

Berkat keaktifannya di kegiatan bazar, alhasil Fruchips semakin banyak dikenal dan mulai memasuki berbagai supermarket. Dalam kegiatan bazar tersebut, gerai Fruchips dikunjungi oleh Manajer Promosi Indomaret dan tertarik untuk bekerja sama.

Ketika mencoba keripik Fruchips, manajer tersebut mengontak Chandra sebagai pemiliknya dan mempertemukannya kepada bagian pengadaan produk Indomart. Dari sanalah mulai terjalin kerja sama antara Fruchips dan Indomaret. Teknik pemasaran dari bisnis keripik ini memang mampu memikat perhatian banyak orang, lantaran kemasannya dibuat dengan desain yang menarik dan terkesan mahal.

Untuk harganya sendiri, satu kemasan keripik buah yang berisi 40 gram dilego dengan banderol Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Beragamnya harga yang dipatok tergantung pada jenis buahnya sendiri. Memang, harga dari keripik yang dijual ini tergolong mahal. Chandra mengaku, hal itu dikarenakan oleh biaya dari harga pokok produksinya yang tinggi lantaran tidak menggunakan campuran apapun, sehingga dapat dikatakan benar-benar alami.

Agar biaya produksinya bisa diminimalisir, Chandra dan Lius pun menerapkan sistem pemilihan pemasok buah yang berkualitas. Bahkan, untuk mendapatkan buah dengan harga yang rendah, keduanya harus menunggu pasokan buah di Pasar Induk Kramat Jati, demi memperoleh buah yang bagus dengan harga miring. Berkat kegigihan dan keuletannya dalam menggeluti bisnis keripik ini, alhasil mereka pun kini menuai kesuksesan yang mengesankan.

Bisnis keripik Fruchips milik Chandra dan Lius ini semakin berkembang lantaran telah diakuisisi oleh sebuah kelompok usaha yang bergerak di industri laundry dan telekomunikasi, yakni Grup Kimas Sentosa. Ketika menjadi bagian dari kelompok tersebut, target penjualan keripik buah ini ke sejumlah supermarket besar lainnya berhasil terealisasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan terjalinnya kerja sama dengan Hero, Total, Alfamidi, Loka, All Fresh, dan sejumlah toko buah lainnya di berbagai daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button