Gunakan Sistem CBT, Kecurangan UN Menurun

Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai Ujian Nasional (UN) berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) sukses mengurangi kecurangan.

Sekjen FSGI, Retno Listyarti  mengatakan, pengaduan kecurangan UN 2015 mengalami penurunan.
“Kecurangan UN tetap terjadi, namun jumlah laporannya menurun. Kalau tahun 2014 pada H-3 FSGI menerima 11 laporan jual beli kunci jawaban, pada UN 2015 pada H-2 baru dua laporan jual beli kunci yang diterima FSGI,” kata Retno kepada Metrotvnews.com, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2015).

Retno mengungkapkan, dua laporan yang diterima FSGI terdapat di Jawa Timur dan DKI Jakarta.
“Dari Jawa Timur, laporan jual beli kunci jawaban UN berasal dari Mojokerto dan Lamongan, harga kunci jawaban mencapai Rp14 juta, para siswa rata-rata saweran Rp 50 ribu,” ujarnya.

Laporan jual beli kunci yang terjadi di DKI Jakarta, harga kunci berkisar antara Rp14 juta hingga Rp21 juta.”Siswa juga dikoordinasi untuk patungan antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu persiswa,” katanya.

FSGI membuka posko pengaduan UN di 46 kota atau kabupaten, seperti Medan, Deli Serdang dan Binjai (Sumatera Utara); Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah); Mojokerto, Blitar, Gresik, Lamongan, Malang, Sidoarjo, Tulungagung, Banyuwangi dan Surabaya (Jawa Timur); Indramayu, Garut, Bandung, Bekasi, Bogor dan Tasikmalaya (Jawa Barat), kota Mataram, kota dan kabupaten Bima (NTB), Jambi, DKI Jakarta, Bengkulu, Batam dan Pekan Baru (Kepulauan Riau), Balikpapan, Kutai Barat, dan lain-lain.

FZN

Sumber : metrotvnews.com