Disaat anak Anda yang telah mengalami pubertas lebih dini bukanlah berarti mereka akan lebih lama subur. Hal tersebut justru membuat anak remaja, khususnya wanita menjadi cepat menopouse dan mengalami masalah ketidaksuburan saat masih berada di usia subur. Lalu, apa yang menyebabkan fenomena ketidaksuburan terjadi terlalu dini?

Telah diutarakan dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOG dari Fertility Center Sahid Sahirman Memorial Hospital, alasan diet, gaya hidup, aktivitas fisik, stres, riwayat penyakit, paparan radiasi, zat kimia, dan faktor keturunan bisa mempengaruhi penuaan reproduksi yang berdampak pada kesuburan wanita dengan berbagai cara. Kesuburan wanita sendiri dapat dilihat dari ketersediaan sel telur dan kesehatan sistem reproduksi.

“Wanita miliki usia kronologis yang tolak ukurnya dari tanggal lahir dan usia biologis yang dilihat dari jumlah cadangan sel telur. Di era sekarang ini, banyak wanita yang usia kronologis dan biologisnya tidak sinkron karena banyak faktor. Contohnya, anak perempuan yang menstruasinya cepat maka akan cepat menopause,” kata dr Yassin.

Ketidaksuburan itupun bisa Anda diprediksikan dari siklus menstruasi, apakah itu terbilang normal atau jarang. Masalah ini pun bisa dikarenakan gangguan fungsi hormon pada otak, kista cokelat atau endometriosis, dan yang paling sering ialah sindrom ovarium polikistik.

“Selain itu, seorang wanita dengan sendirinya akan merasai penurunan jumlah dan kualitas sel telur, puncaknya pada usia 35 tahun. Tapinya dikarenakan banyak faktor luar yang mempengaruhi penuaan reproduksi dan sulitnya memprediksi usia biologis tanpa bantuan medis, wanita yang ingin menunda atau memiliki anak harus bisa merencanakan reproduksi keluarga yang didampingi oleh spesialis obstetri dan ginekologi,” tandasnya.