(ILLUSTRATION) An illustration dated 23 January 2012 shows the silhouette of a man in front of a screen with the logo of the online network Facebook in Hanover, Germany. Facebook is being criticized again and again for data privacy. Most recently, Facebook has introduced the Timeline, with which Facebook users can share moments of the entire life with other internet users online. Photo: Julian Stratenschulte -ALLIANCE-INFOPHOTO

Fitur terbaru dari Facebook untuk Apple iOS tersebut membuat orang buta/tunanetra bisa melihat atau mengetahui berbagai macam foto. Caranya adalah dengan membacakan tiap deskripsi setiap foto yang ditemui di linimasa media sosial tersebut.

Facebook memang telah lama berusaha tuk mengembangkan sebuah kecerdasan buatan yang bisa mengenali berbagai objek dalam sebuah foto tersebut. Mereka memakai jaringan syaraf yang dapat meniru fungsi otak untuk mengenali objek. Berikutnya mereka melatih kecerdasan buatan tersebut memakai jutaan contoh gambar.

Dalam pemberitahuan pers yang telah diterima, pada hari Rabu kemarin, Facebook telah mengumumkan ketersediaan kecerdasan buatan itu di aplikasi Facebook untuk perangkat mobile yang berbasis iOS saja. Wujudnya adalah fitur yang bernama Automatic Alternative Text.

Fitur tersebut sudah meyakinkan disaat konsumen telah menjelajah linimasa dan menemui foto, fitur tersebut otomatis membuat sebuah deskripsi. Berbagai objek di dalam foto akan disebutkan sehingga bisa didengar pengguna para tunanetra. Misalnya mengatakan, “Foto ini berisi tiga orang, tersenyum, dan berada di luar ruangan”.

Sementara ini, Automatic Alternative Text baru bisa mendeskripsikan sebuah foto ke dalam bahasa Inggris saja. Hanya pengguna di negara Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia serta Selandia Baru yang bisa menggunakannya. Facebook berencana akan merilis fitur itu ke berbagai negara, bahasa serta platform lain dalam waktu dekat ini.