ESDM Klaim Ada Proyek 4.000 MW yang Sedang Berjalan

Jakarta: Rencana pemerintah yang ingin membangun ketenagalistrikan sebesar 35 ribu Mega Watt (MW) hingga 2019 mendatang, ternyata bukan main-main. Pasalnya, saat ini sudah ada 4.000 MW yang sedang dalam proses pelaksanaan proyek mega energi tersebut.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bidang Komunikasi dan Sosial Kemasyarakatan Ronggo Kuncahyo. Dia menjelaskan, proyek yang berinvestasi sekitar USD6 miliar itu merupakan komitmen para investor untuk mendukung program ketenagalistrikan pemerintah.

“Yang committed (investor yang sudah komitmen) kalau tidak salah ada sekitar 4.000 MW yang sedang dilaksanakan proyeknya. Nilai investasinya dihitung saja, kalau 1 MW sekitar USD1,5 juta, maka 4.000 MW ya sekitar USD6 miliar,” ungkap Ronggo dalam media gathering di Restoran Sari Kuring, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Kawasan SCBD Blok 21, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2015).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, para investor yang telah berkomitmen tersebut berarti telah menyelesaikan syarat-syaratnya. Yakni, sebut dia, telah menyelesaikan financial proses, power purchase agreement (PPA) atau jual beli beli tenaga listrik dan engineering procurement and construction (EPC).

“Mereka telah berkomitmen dan telah menyelesaikan semuanya. Jadi sekarang sedang melaksanakan proyeknya,” ujar Ronggo.

Pihaknya mengaku, saat ini sedang mengejar pembangunan ketenagalistrikan ketimbang minyak dan gas bumi (migas). Pasalnya, listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat Indonesia karena ada beberapa daerah, khususnya daerah teRp encil yang saat ini masih tak menikmati aliran listrik.

“Saya selaku Koordinator Perizinan Sektor ESDM di PTSP Pusat, sampai saat ini listrik yang didahulukan. Kalau nantinya migas juga mau dilimpahkan ya bisa, tapi kami usahakan untuk listrik dulu yang utama,” pungkas Ronggo.

WID

Sumber : metrotvnews.com