Eksekusi Mati Dinilai Menciderai Pancasila

Jakarta: Pemerintah Indonesia telah melaksanakan eksekusi mati tahap kedua. Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo yang tak menerima hal ini menyebut, eksekusi mati sebagai bentuk menciderai Pancasila khususnya sila ke-2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Seolah-olah nasib manusia yang diselesaikan hidupnya sebagai tontonan. Saya belum pernah dengar di manapun, ada pelaksanaan hukuman mati yang ber-seri. Nggak ngerti saya. Bagi saya pribadi merasa ini mencederai sila kedua Pancasila,” ujar Ignasius di rumah duka RS. St. Carolus usai melaksanakan Misa Arwah, Rabu (29/4/2015) malam.

Ignatius menyatakan keadilan harus dibarengi dengan pengampunan. Begitupula dengan terpidana mati.
“Saya hanya berharap perlakuan pada saudara kita yang menurut pengadilan melakukan kesalahan besar, mereka itu tetap diperlakukan secara manusiawi,” tambah Ignatius.

Ia berharap ke depan pemerintah memiliki cara lain untuk menghukum terpidana mati. “Saya harap ada cara terhormat untuk selesaikan perkara semacam ini,” pungkas dia.

REN

Sumber : metrotvnews.com