Dubes Prancis Sebut Eksekusi Serge Atlaoui Timbulkan Keresahan

Jakarta: Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corinne Breuze mengatakan, eksekusi mati yang dilakukan terhadap Serge Atlaoui sangat meresahkan masyarakat Prancis.

“Eksekusi ini timbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat Prancis. Karena hukuman mati telah dihapuskan 1981,” ujar Dubes Breuze, di kantor Kedubes Prancis, Jakarta, Kamis (26/2/2015).
“Sejak saat itu tidak ada satu pun yang dieksekusi mati. Tidak hanya pemerintah, seluruh warga (Prancis) dukung Serge,” jelasnya.
Dubes Breuze menegaskan bahwa Serge bukan pemakai, pengedar apalagi gembong narkotika. Hal ini sama dengan yang diucapkan oleh pengacara Serge, Nancy Yuliana.
Namun ucapan Dubes Breuze bahwa eksekusi mati membuat keresahan di Prancis, berbanding terbalik dengan yang dilaporkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis.
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Paris, Henry Kaitjily, ketika dihubungi melalui telepon kepada Metrotvnews.com, Rabu (18/2/2015), mengatakan,  sikap warga di Prancis mengenai eksekusi yang akan dijalani terpidana mati Serge Atlaoui tidak berlebihan. Ini berbeda dengan yang terjadi di Australia.

Sumber : Metrotvnews.com