Dua Komplotan Spesialis Pencuri Rumah Kosong Dibekuk

DUAKALI.COM – Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta menangkap dua orang pencuri yang biasa beraksi di rumah kosong belum lama ini. “Jadi mereka menganalisa target rumah kosong kemudian berhenti mengecek. Jika memungkinkan untuk masuk, mereka kemudian masuk ambil barang-barang yang ada,” terang Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Heru Muslimin.

Kedua tersangka, YS (32) dan AS (42), ditangkap setelah menjadi target operasi (TO) karena nekat melakukan aksi pencurian di rumah Eka Dewi Varunati warga Jalan Kemasan, Kotagede, Yogya, Sabtu (19/9/2015) silam sekitar pukul 19.00 wib. Heru mengungkapkan, kejadian berawal saat korban pergi meninggalkan rumah dalam kondisi tidak terkunci. Selanjutnya kedua tersangka mendatangi rumah tersebut.

Setelah melakukan pengamatan rumah korban cukup lama, keduanya langsung melancarkan aksinya. YS yang merupakan eksekutor lansung masuk rumah korban dengan melompat pagar. Sedangkan AS yang bertugas sebagai joki menunggu di luar rumah duduk diatas sepeda motor yang mereka kendarai.

“YS ini langsung menuju lantai 1, namun tidak dapat apa-apa. Kemudian dia naik ke lantai 2 dan masuk ke beberapa kamar,” terang Heru. Dari beberapa kamar tersebut, YS mendapatkan empat unit telepon genggam, satu unit GPS mobil, dua jam tangan merek Seiko Police, kacamata hitam Rayban dan buku tabungan BNI.

Puas mendapatkan barang buruannya, YS lantas bergegas keluar dari rumah dan melarikan diri bersama AS yang sudah menunggu diluar. Korban yang pulang dikejutkan dengan keadaan beberapa kamar yang berantakan. Selain itu sejumlah barang berharganya hilang.

Mengetahui adanya kejadian pencurian tersebut korban lantas melapor ke pihak kepolisian. Dari beberapa saksi serta alat bukti, petugas mendapat petunjuk mengarah kepada kedua tersangka dan langsung melakukan penangkapan belum lama ini.

Saat menjalani pemeriksaan kepada petugas para tersangka mengaku hasil kejahatan dibagi dua untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari pengakuan, YS telah melakukan kejahatan serupa sebanyak dua kali. Sedangkan AS baru pertama kali melakukan kejahatan tersebut. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancamannya 7 tahun penjara.