Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Andri Yansyah mengutarakan, bahwa sampai saat ini proses peresmian Uber dan GrabCar menjadi transportasi resmi dan legal baru mencapai 70-75 persen. Nantinya, tugas Dishub DKI akan melakukan verifikasi secara menyeluruh sebelum Uber dan GrabCar resmi dan diakui menjadi transportasi berbasis online di Indonesia.

Penilaian Andri, pada dasarnya, pihaknya membantu perizinan perusahaan aplikasi seperti Uber dan GrabCar jika menjadi transportasi berbasis online. Apalagi, transportasi online sangat didukung pemerintah sebagai wujud efisiensi dan kemajuan teknologi. Dirinya pun memberikan rentang waktu hingga dua bulan ke depan, agar semua perizinan dilengkapi untuk menjadi perusahaan transportasi online yang resmi dan diakui.

“Saya akan bantu. didalam rentang waktu dua bulan kajian kami. Karena ini operator yang dikerjakan Grab dan Uber sudah melangkah 70-75 persen. Kami tinggal verifikasi saja,” jelasnya saat acara Polemik Sindo Trijaya dengan topik Diuber Uber di Warung Daun Cikini, Jakarta.

Andri mengutarakan, bahwa verifikasi yang dilakukan Dishub DKI Jakarta adalah mendata apakah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan, mengecek status badan usaha hingga domisili perusahaan.

“Kita verifikasi, benar mereka sudah punyai NPWP, kita cek domisili, sudah miliki badan usaha yang dilegalkan Kementerian Koperasi dan UKM. Kita verifikasi dan betul enggak nih yang punya tanah pihak operator yang dikerjasamakan Uber dan Grab,” paparnya.

Menurut Andri, progres perizinan 70 hingga 75 persen telah dimulai semenjak Desember lalu. Bahkan, Grab, Uber hingga Organda berkomitmen agar menyelesaikan proses perizinan ini kurang dari dua bulan ke depan.

Disaat pertemuan antara Kemenkopolhukam, Kemenkemoinfo dan Kemenhub usai demo taksi Selasa 22 Maret lalu, Andri mengaku telah mengusulkan untuk memblokir dan memberikan waktu kepada pihak Uber dan Grab untuk mengurus izin.

“Kita bantu, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi tak alergi sama transportasi online. Jadinya selama dua bulan ini mereka operasi atau tidak? Kalau saya kandangin resmi saya di PTUN. Akhirnya diputuskan status quonya rentang waktu dua bulan kajian kami, kenapa katakan dua bulan, ternyata operator Uber dan Grab sudah melangkah 70-75 persen tinggal kami verifikasi saja,” tukasnya.