Pekan depan, Selena Gomez mendapat jadwal untuk menghelat sebuah konser di Stadion Melawati, Shah Alam, Malaysia yang bertitel Revival Tour. Namun sayang, anggota Pan Islamic Party (PAS) Youth melakukan aksi penolakan dilangsungkannya konser tersebut dan bertekad untuk mengagalkannya. Hal ini didasari karena penampilan Gomez yang kerap kali seksi di atas panggung.

Hafez Sabri, selaku Ketua Komite PAS menegaskan bahwa kedatangan Selena Gomes ke Malaysia dianggap hanya akan menodai kesucian bulan Syawal di tahun ini. “Konser ini hanya akan memunculkan budaya hedonistic di kalangan muda-mudi, yang tentunya akan membuat kalangan pemuda di negara hancur,” ujar Hafez.

Sementara itu, Datuk Seri Azmin Ali, selaku Menteri Selangor menuturkan bahwa pemerintah tidak bisa melarang dihelatnya konser Selena Gomez ini karena digelar dengan memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh otoritas lokal. Meskipun mendapat penolakan, konser ini masih akan tetap digelar.

Menurut Azmin, pakaian yang dikenakan seseorang itu bukanlah faktor yang memicu daya tarik seks. “Keseksian itu adalah ciptaan dari Allah dan dipandang subjektif. Jadi jangalah terlalu senang dengan hal ini. Karena, banyak penggemarnya di Malaysia menyukai lirik lagu yang disampaikan sang penyanyi,” tuturnya.

Azmin juga menegaskan bahwa menyelenggarakan konser pada bulan Syawal bukanlah persoalan yang harus dibesar-besarkan, karena sepatutnya setiap bulan itu harus dihormati. Sampai saat ini, pihak dari Selena Gomez sendiri belum berkomentar terkait hal ini.

Tak hanya di Malaysia, pelantun lagu Kill Em with Kindness ini juga bakal menggelar konsernya di Tanah Air pada 23 Juli 2016 di Jakarta.